7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia

Selasa, 21 April 2026 - 18:46 WIB
loading...
A A A
Ekspansi Majapahit mempertegas siapa pun yang ingin berkuasa di Nusantara harus menguasai Selat Malaka.

3. Penaklukan Kesultanan Malaka oleh Kekaisaran Portugis (1511)


Tahun 1511 menjadi titik balik sejarah kawasan ini. Portugis, sebagai kekuatan maritim Eropa yang sedang berkembang, berhasil merebut Malaka—pelabuhan terpenting di Selat Malaka—dari Kesultanan Malaka.

Penaklukan ini menandai dimulainya era kolonial di Asia Tenggara. Tujuan utama Portugis adalah menguasai perdagangan rempah-rempah yang sangat menguntungkan di pasar Eropa.

Dengan mengendalikan Malaka, Portugis secara efektif memegang kunci arus perdagangan antara Timur dan Barat.

Sejak saat itu, Selat Malaka tidak lagi hanya menjadi arena konflik regional, tetapi juga bagian dari persaingan global antara kekuatan Eropa.

4. Serangan Kesultanan Aceh terhadap Portugis (abad ke-16)


Kehadiran Portugis di Malaka memicu perlawanan dari kekuatan lokal, terutama Kesultanan Aceh. Dalam beberapa dekade, Aceh melancarkan serangkaian serangan besar untuk merebut kembali Malaka dari tangan Portugis.

Yang menarik, Aceh tidak berjuang sendiri. Mereka menjalin hubungan dengan Kesultanan Utsmaniyah untuk mendapatkan dukungan militer, termasuk meriam dan ahli strategi perang.

Selat Malaka pun berubah menjadi medan tempur antara kekuatan Islam regional melawan kolonial Eropa. Meski Aceh tidak berhasil sepenuhnya merebut Malaka, perlawanan ini menunjukkan betapa sengitnya perebutan jalur strategis tersebut.

5. Perebutan Malaka oleh VOC dari Portugis (1641)


Setelah lebih dari satu abad dikuasai Portugis, dominasi mereka akhirnya runtuh pada 1641. VOC, dengan dukungan sekutu lokal, berhasil merebut Malaka melalui pengepungan panjang dan pertempuran laut intens.

Kemenangan ini menandai berakhirnya kekuasaan Portugis di Selat Malaka dan dimulainya era dominasi Belanda. VOC kemudian mengontrol ketat jalur perdagangan di kawasan ini, memastikan keuntungan besar dari komoditas rempah-rempah.

Peristiwa ini juga memperlihatkan pergeseran kekuatan kolonial di Asia Tenggara, dari Portugis ke Belanda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Pentagon Rilis Lebih...
Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
Israel Siapkan Serangan...
Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!
Rekomendasi
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Resmi Ditutup, Airlangga Hartarto: Ini Bagian Silaturahmi Lingkungan Pasar Modal
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved