Ketua Parlemen Iran dan Menteri Luar Negeri Masih di Iran, Bagaimana Nasib Negosiasi dengan AS?

Selasa, 21 April 2026 - 17:34 WIB
loading...
Ketua Parlemen Iran...
Menlu Iran Abbas Araghchi. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Sumber-sumber di Kementerian Luar Negeri dan parlemen Iran mengatakan belum ada tim negosiasi Iran yang dikirim ke Islamabad saat ini. Perkembangan ini terjadi saat delegasi Amerika Serikat (AS) telah tiba di Pakistan.

“Ketua Parlemen Iran dan kepala negosiator Ghalibaf berada di Iran, begitu pula Menteri Luar Negeri Araghchi dan wakilnya,” ungkap sumber yang dikutip Al Jazeera.

Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengatakan belum ada seorang pun – termasuk sebagai bagian dari tim teknis atau tim lainnya – yang dikirim ke Islamabad. Dengan demikian, partisipasi Iran tetap menjadi pertanyaan besar.

Sementara itu, anggota Parlemen Iran Mohammad Reza Mohseni Sani, yang duduk di Komisi Keamanan Nasional parlemen Iran, semakin meragukan prospek pembicaraan dengan AS.

Dalam komentar yang dimuat kantor berita Iran Mehr, ia mengatakan "negosiasi tidak dapat diterima" dalam "situasi saat ini", menuduh AS "terlalu banyak menuntut" dan mengejar tujuan tersembunyi untuk kepentingan domestik.

“Mengingat kondisi saat ini, agresi baru-baru ini, dan sejarah yang kita miliki dengan Amerika Serikat dalam negosiasi sebelumnya, putaran pembicaraan selanjutnya, insya Allah, tidak akan terjadi,” tegas dia.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mendesak Iran untuk terlibat secara konstruktif dengan AS di Islamabad, dengan mengatakan Teheran harus memanfaatkan kesempatan ini demi kepentingan penduduknya sendiri.

“Seperti yang kita ketahui, wakil presiden AS siap melakukan perjalanan ke Islamabad,” kata Wadephul sebelum pertemuan para menteri luar negeri Eropa di Brussels.

Dia menjelaskan, “Iran sekarang harus menerima tawaran ini demi kepentingan rakyatnya sendiri.”

Adapun, pemadaman internet yang hampir total di Iran “kini memasuki hari ke-53 setelah 1.248 jam terputus dari jaringan global”, menurut pengawas internet NetBlocks.

Pembatasan tersebut menyusul protes anti-pemerintah yang kembali terjadi pada awal Januari dan meningkat setelah dimulainya perang AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Pembatasan internet yang ketat telah memengaruhi pekerjaan dan bisnis di seluruh negeri.

Baca juga: Israel akan Gelar Acara LGBTQ Terbesar di Timur Tengah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Program Magang Nasional Rangkul Difabel, Pengamat: Terobosan Paling Progresif
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved