Mantan Diplomat Ini Sebut AS Sulit Menerjemahkan Keunggulan Militer Menjadi Tujuan Politik
Selasa, 21 April 2026 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
“Kita sekarang berada dalam keterlibatan militer yang sangat rumit dengan Iran dan keterlibatan diplomatik yang sangat rumit,” katanya.
“Kita telah membahas tentang pembatasan program nuklir Iran secara otoritatif dalam jangka waktu yang lama. Bisa dibilang, sebagian dari itu bisa dilakukan tanpa perang,” katanya.
“Kita telah membahas tentang penanganan persediaan rudal Iran sehingga tidak dapat mengancam kawasan dan dunia. Saya pikir itu telah terjadi sampai batas tertentu, meskipun banyak rudal tersebut masih ada, dan Iran telah menemukan cara baru untuk mengancam kawasan dan dunia dengan menutup Selat Hormuz dengan cara yang bahkan tidak begitu jelas sebelum perang ini.”
Dan mengenai pertanyaan tentang penggulingan pemerintah Iran, meskipun serangan AS-Israel telah menewaskan para pemimpin Iran penting, “itu adalah rezim yang sama dengan orang-orang yang berbeda”, termasuk para pemimpin yang “kurang mudah diatur”.
“Jadi, pada semua tujuan tersebut, kita jauh tertinggal dari titik awal perang ini,” kata Benaim.
4. Perang Tanpa Tujuan yang Jelas
Benaim mengatakan AS telah jauh dari setiap tujuan yang ditetapkannya ketika melancarkan perang melawan Iran.“Kita telah membahas tentang pembatasan program nuklir Iran secara otoritatif dalam jangka waktu yang lama. Bisa dibilang, sebagian dari itu bisa dilakukan tanpa perang,” katanya.
“Kita telah membahas tentang penanganan persediaan rudal Iran sehingga tidak dapat mengancam kawasan dan dunia. Saya pikir itu telah terjadi sampai batas tertentu, meskipun banyak rudal tersebut masih ada, dan Iran telah menemukan cara baru untuk mengancam kawasan dan dunia dengan menutup Selat Hormuz dengan cara yang bahkan tidak begitu jelas sebelum perang ini.”
Dan mengenai pertanyaan tentang penggulingan pemerintah Iran, meskipun serangan AS-Israel telah menewaskan para pemimpin Iran penting, “itu adalah rezim yang sama dengan orang-orang yang berbeda”, termasuk para pemimpin yang “kurang mudah diatur”.
“Jadi, pada semua tujuan tersebut, kita jauh tertinggal dari titik awal perang ini,” kata Benaim.
(ahm)
Lihat Juga :