Puluhan Veteran AS Ditangkap di Capitol karena Demo Menentang Perang Iran

Selasa, 21 April 2026 - 08:58 WIB
loading...
Puluhan Veteran AS Ditangkap...
Puluhan veteran dan anggota keluarga militer AS demo di Capitol menentang perang AS-Israel melawan Iran. Mereka kemudian ditangkap pasukan Polisi Capitol. Foto/Screenshot video X @Osint613
A A A
WASHINGTON - Puluhan veteran dan anggota keluarga militer Amerika Serikat (AS) ditangkap pasukan Polisi Capitol saat demo menentang perang AS-Israel melawan Iran pada hari Senin. Mereka ditangkap setelah menduduki Cannon House Office Building di Washington, D.C.

Total ada 62 orang yang ditangkap selama demonstrasi, yang diorganisir oleh beberapa kelompok veteran termasuk About Face, Center on Conscience and War (CCW), Veterans For Peace, Common Defense, Fayetteville Resistance Coalition, Military Families Speak Out dan 50501 Veterans.

Baca Juga: Iran Siap Perang Lagi Melawan AS-Israel: Kami Akan Tunjukkan 'Kartu Baru' di Medan Perang!

Para pengunjuk rasa berdiri di tengah rotunda Cannon sambil memegang tulip merah—yang dimaksudkan untuk menghormati warga Iran yang tewas akibat serangan AS—dan membentangkan spanduk bertuliskan “End the War on Iran [Akhiri Perang di Iran].”

Mereka juga melakukan upacara melipat bendera yang dimaksudkan untuk melambangkan 13 tentara AS yang telah meninggal dalam perang tersebut, sambil meneriakkan slogan-slogan anti-perang sebelum mereka diborgol oleh polisi dan dibawa pergi.

Dalam sebuah pernyataan, CCW mengatakan para pengunjuk rasa menuntut Ketua DPR Mike Johnson dari Partai Republik untuk bertemu dengan mereka guna menerima bendera yang dilipat dan berjanji untuk tidak melanjutkan pendanaan perang, yang dimulai pada 28 Februari.

Polisi Capitol AS tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai jumlah pasti orang yang ditangkap.

Di antara mereka yang ditangkap adalah Direktur Eksekutif CCW Mike Prysner, seorang veteran Perang Irak, yang menyebut konflik tersebut "sudah sangat tidak populer" dan "sebuah krisis bagi pemerintahan Trump."

"Perang yang saya ikuti secara tidak masuk akal telah merenggut nyawa ribuan warga Amerika dan satu juta warga Irak," kata Prysner dalam sebuah pernyataan sebelum penangkapannya.

“Seperti para veteran lain yang hadir bersama saya hari ini, saya telah menghabiskan dua dekade terakhir berharap dapat memutar kembali waktu dan menolak untuk pergi bertugas. Para anggota militer memiliki kesempatan itu sekarang," paparnya, seperti dikutip dari The Hill, Selasa (21/4/2026).

Dia juga menekankan bahwa penolakan berdasarkan hati nurani adalah hak hukum para anggota militer. “Dan kami memiliki konselor profesional yang akan berjuang untuk memastikan Anda disetujui dan terhindar dari penugasan," ujarnya.

Gencatan senjata selama dua minggu antara AS, Israel, dan Iran akan berakhir pada hari Rabu malam waktu Washington, dengan Presiden Trump menolak perpanjangan dan menyerukan agar Iran menandatangani kesepakatan dengan Washington yang akan memblokir kemampuan Teheran untuk memiliki senjata nuklir.

Trump juga memperbarui ancaman terhadap Iran jika para pejabatnya tidak menandatangani kesepakatan, dengan mengatakan pada akhir pekan bahwa “seluruh negara Iran akan hancur.”

Pembicaraan penting antara AS dan Iran dijadwalkan sementara untuk hari Rabu di Islamabad, tetapi para pejabat rezim Teheran belum secara terbuka berkomitmen untuk hadir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Pakai Uang Pribadi,...
Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia
Rekomendasi
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved