Iran Siap Perang Lagi Melawan AS-Israel: Kami Akan Tunjukkan 'Kartu Baru' di Medan Perang!

Selasa, 21 April 2026 - 07:16 WIB
loading...
Iran Siap Perang Lagi...
Iran tak gentar untuk perang lagi melawan AS dan Israel. Teheran siap menunjukkan kartu baru di medan perang. Foto/IRNA
A A A
TEHERAN - Iran tak gentar untuk berperang lagi melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel menjelang berakhirnya gencatan senjata dua minggu. Negosiator utama Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan negaranya akan menunjukkan "kartu baru" di medan perang.

Gencatan senjata akan berakhir pada Rabu (22/4/2026). Saat ini, AS mengajak Iran untuk berunding lagi di Islamabad, Pakistan, namun republik Islam memberi isyarat akan memboikot perundingan tersebut karena militer Washington memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Baca Juga: Iran Isi Ulang Peluncur Rudal Lebih Cepat, Siaga Perang Lagi Melawan AS-Israel

“Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir kami telah bersiap untuk menunjukkan kartu baru di medan perang,” tulis Ghalibaf, yang juga Ketua Parlemen Iran, di X tanpa menjelaskan detail apa yang dimaksud dengan "kartu baru" tersebut.

Para pejabat Iran mengatakan bahwa mereka belum mengambil keputusan mengenai partisipasi dalam perundingan damai dengan AS di Pakistan, tetapi sedang "mempertimbangkan secara positif" masalah tersebut.

"Kami tidak memiliki rencana untuk putaran negosiasi berikutnya, dan belum ada keputusan yang diambil dalam hal ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Wakil Presiden JD Vance dan anggota delegasi AS lainnya sedang dalam perjalanan ke ibu kota Pakistan, Islamabad.

Setelah perundingan awal di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan awal bulan ini, kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.

"AS melakukan tindakan yang sama sekali tidak menunjukkan keseriusan dalam mengejar proses diplomatik," ujar Bagheri, menyebut blokade AS yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan Iran dan penyitaan kapal baru-baru ini sebagai pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.

Trump juga menuduh Teheran melanggar gencatan senjata—yang akan berakhir Selasa malam—dengan menembaki kapal-kapal di jalur perdagangan Selat Hormuz yang sangat penting, yang hampir sepenuhnya ditutup oleh Iran.

Tuduhan tersebut telah menimbulkan keraguan baru terhadap upaya untuk mengakhiri perang yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran pada pagi hari tanggal 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Menjelang perundingan baru di Islamabad, Trump mengeklaim bahwa AS telah memenangkan perang.

"Saya memenangkan Perang, DENGAN TELAK YANG BESAR, semuanya berjalan sangat baik, Militer kita luar biasa. Musuh bingung, karena mereka mendapatkan 'laporan' Media yang sama, namun mereka menyadari Angkatan Laut mereka telah sepenuhnya hancur, Angkatan Udara mereka telah beralih ke landasan pacu yang lebih gelap, mereka tidak memiliki Peralatan Anti Rudal atau Anti Pesawat, para pemimpin mereka sebelumnya sebagian besar telah tiada (Ini, di samping semua hal lainnya, adalah Perubahan Rezim!), dan mungkin, yang terpenting dari semuanya, BLOKADE, yang tidak akan kita cabut sampai ada 'KESEPAKATAN', benar-benar menghancurkan Iran," tulis Trump di Truth Social.

"Mereka kehilangan 500 Juta Dolar per hari, angka yang tidak berkelanjutan, bahkan dalam jangka pendek. Media Berita Palsu Anti-Amerika mendukung Iran untuk menang, tetapi itu tidak akan terjadi, karena saya yang berkuasa! Sama seperti orang-orang yang tidak patriotik ini menggunakan setiap tetes kekuatan terbatas mereka untuk melawan saya dalam Pemilu, mereka terus melakukannya dengan Iran. Hasilnya akan sama—Itu sudah terjadi!" imbuh Trump.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Iran Bersumpah Bikin...
Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Rekomendasi
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved