3 Alasan UEA Kecam Trump karena Terdampak Perang Iran, Ancam Gunakan Yuan

Selasa, 21 April 2026 - 01:10 WIB
loading...
3 Alasan UEA Kecam Trump...
UEA kecam Donald Trump karena terdampak perang Iran. Foto/X
A A A
DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) menyalahkan Presiden AS Donald Trump atas dampak ekonomi dari perang AS-Israel di Iran . Mereka memperingatkan bahwa mereka akan melakukan transaksi keuangan dalam yuan jika Federal Reserve tidak menetapkan jalur pertukaran mata uang dengan bank sentral Emirat.

Uni Emirat Arab memulai negosiasi dengan AS mengenai potensi jaring pengaman keuangan untuk melindungi ekonominya jika agresi yang sedang berlangsung terhadap Iran memperdalam krisis di Teluk Persia, The Wall Street Journal melaporkan pada hari Senin, mengutip pejabat AS.

'3 Alasan UEA Kecam Trump karena Terdampak Perang Iran, Ancam Gunakan Yuan

1. Konsekuensi Ekonomi Akibat Perang Iran

Gubernur Bank Sentral UEA, Khaled Mohamed Balama, mengemukakan gagasan pembentukan jalur pertukaran mata uang (currency swap line) selama pertemuan di Washington pekan lalu dengan Menteri Keuangan Scott Bessent serta pejabat dari Departemen Keuangan AS dan Federal Reserve.

Pejabat AS mengatakan pihak UEA mengajukan proposal tersebut sebagai tindakan pencegahan, dengan mencatat bahwa meskipun negara tersebut sejauh ini telah menghindari konsekuensi ekonomi paling parah dari agresi AS-Israel terhadap Iran, negara tersebut mungkin masih membutuhkan dukungan keuangan jika kondisi memburuk.

Negosiasi tersebut mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat di UEA bahwa agresi AS-Israel terhadap Iran dapat secara signifikan merugikan perekonomiannya dan melemahkan statusnya sebagai pusat keuangan global.


2. Rusaknya Infrastruktur Minyak dan Gas

Melansir Press TV, agresi AS-Israel terhadap Iran telah merusak infrastruktur minyak dan gas UEA dan mengganggu lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz, memutus aliran pendapatan minyak dalam dolar yang sangat penting.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Film Tanah Runtuh Karya...
Film Tanah Runtuh Karya Denny Siregar Soroti Konflik Poso dan Ikatan Keluarga
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Berita Terkini
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved