AS dan Sekutu Latihan Perang di Laut China Selatan, Libatkan 17.000 Tentara

Senin, 20 April 2026 - 14:06 WIB
loading...
AS dan Sekutu Latihan...
Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya menggelar latihan perang di kawasan Laut China Selatan yang disengketakan, melibatkan 17.000 tentara. Foto/Maple Leaf Navy Magazine
A A A
JAKARTA - Belasan ribu tentara Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya, termasuk Filipina, memulai latihan perang tahunan di kawasan Laut China Selatan yang disengketakan hari ini (20/4/2026). Manuver ini digelar ketika konflik Timur Tengah memanas.

Latihan perang ini, direncanakan akan menampilkan latihan tembak langsung di utara Filipina yang menghadap Selat Taiwan, serta lepas Laut China Selatan yang disengketakan, tempat Filipina dan China telah terlibat dalam konfrontasi berulang kali.

Baca Juga: Kapal Perang AS Miguel Keith Berkeliaran di Selat Malaka, Apa Misi Sebenarnya?

Militer Jepang, yang menyumbangkan 1.400 personel, akan menggunakan rudal jelajah Tipe 88 untuk menenggelamkan kapal target di lepas pantai utara Paoay, kata juru bicara latihan perang dari Filipina, Kolonel Dennis Hernandez.

Lebih dari 17.000 tentara, penerbang, dan pelaut ikut serta dalam latihan Balikatan (Bahu-membahu), selama 19 hari—jumlah yang hampir sama dengan edisi tahun lalu—termasuk kontingen dari Australia, Selandia Baru, Prancis, dan Kanada.

“Balikatan...mewakili kesempatan untuk menunjukkan aliansi kokoh kami dengan Filipina dan menunjukkan komitmen kami terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata juru bicara latihan perang dari AS, Kolonel Robert Bunn, menjelang upacara pembukaan hari ini, yang dilansir AFP.

Bunn menambahkan bahwa jumlah pasukan AS yang dia gambarkan sebagai “salah satu pengerahan terbesar” dalam beberapa tahun terakhir tidak akan terpengaruh oleh perang Timur Tengah yang melibatkan negaranya, sambil menolak untuk memberikan angka spesifik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Berita Terkini
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved