AS dan Sekutu Latihan Perang di Laut China Selatan, Libatkan 17.000 Tentara
Senin, 20 April 2026 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Balikatan berlangsung ketika perang Iran melawan AS dan Israel terancam pecah lagi karena gencatan senjata akan berakhir Rabu nanti. Perang ini dipicu oleh serangan mendadak AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Konflik tersebut telah memicu krisis energi global yang telah membuat Filipina yang bergantung pada impor terpuruk.
Latihan perang ini juga dilakukan saat Beijing meningkatkan tekanan militer di sekitar Taiwan, yang dianggap sebagai bagian dari wilayahnya dan telah mengancam akan menggunakan kekuatan untuk merebutnya.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos mengatakan November lalu bahwa mengingat kedekatan negaranya dengan pulau yang memerintah sendiri itu dan perairan sekitarnya, “perang atas Taiwan akan menyeret Filipina, dengan paksa, ke dalam konflik”.
Pada bulan Februari, pesawat AS, Jepang, dan Filipina berpatroli di atas Selat Bashi yang memisahkan Filipina dari Taiwan untuk menguji apa yang disebut Manila sebagai “kemampuan mereka untuk beroperasi bersama secara mulus di lingkungan maritim yang kompleks”.
Marcos menganggap pakta pertahanan bersama Manila tahun 1951 dengan Washington sebagai landasan keamanan nasional dan telah membangun hubungan keamanan dengan negara-negara Barat untuk mengekang China.
Konflik tersebut telah memicu krisis energi global yang telah membuat Filipina yang bergantung pada impor terpuruk.
Latihan perang ini juga dilakukan saat Beijing meningkatkan tekanan militer di sekitar Taiwan, yang dianggap sebagai bagian dari wilayahnya dan telah mengancam akan menggunakan kekuatan untuk merebutnya.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos mengatakan November lalu bahwa mengingat kedekatan negaranya dengan pulau yang memerintah sendiri itu dan perairan sekitarnya, “perang atas Taiwan akan menyeret Filipina, dengan paksa, ke dalam konflik”.
Pada bulan Februari, pesawat AS, Jepang, dan Filipina berpatroli di atas Selat Bashi yang memisahkan Filipina dari Taiwan untuk menguji apa yang disebut Manila sebagai “kemampuan mereka untuk beroperasi bersama secara mulus di lingkungan maritim yang kompleks”.
Marcos menganggap pakta pertahanan bersama Manila tahun 1951 dengan Washington sebagai landasan keamanan nasional dan telah membangun hubungan keamanan dengan negara-negara Barat untuk mengekang China.
Lihat Juga :