Israel Kesal pada 3 Negara Bersenjata Nuklir Ini, Dianggap Dukung Iran
Senin, 20 April 2026 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Navigasi melalui Selat Hormuz, jalur utama yang menangani sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair global, telah terganggu sejak Teheran secara efektif memblokir jalur air tersebut sebagai respons terhadap kampanye pengeboman Amerika Serikat (AS)-Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Pada hari Jumat, Iran membuka Selat untuk semua kapal komersial, dengan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari pengaturan yang terkait dengan gencatan senjata Israel-Lebanon. Tapi tak lama kemudian, Iran menutupnya kembali.
Keputusan penutupan kembali Selat Hormuz diambil Iran ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan damai tercapai.
Washington memberlakukan pembatasan tersebut setelah perundingan damai AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan pada 12 April lalu.
Pada bulan Maret, Iran mengatakan bahwa kapal-kapal dari India, China, Rusia, Irak, Pakistan, dan Sri Lanka akan diizinkan untuk melewati jalur perairan penting tersebut.
Pada hari Jumat, Iran membuka Selat untuk semua kapal komersial, dengan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari pengaturan yang terkait dengan gencatan senjata Israel-Lebanon. Tapi tak lama kemudian, Iran menutupnya kembali.
Keputusan penutupan kembali Selat Hormuz diambil Iran ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan damai tercapai.
Washington memberlakukan pembatasan tersebut setelah perundingan damai AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan pada 12 April lalu.
Pada bulan Maret, Iran mengatakan bahwa kapal-kapal dari India, China, Rusia, Irak, Pakistan, dan Sri Lanka akan diizinkan untuk melewati jalur perairan penting tersebut.
Lihat Juga :