Presiden Iran Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat, Bagaimana Caranya?

Minggu, 19 April 2026 - 19:20 WIB
loading...
Presiden Iran Ingin...
Iran ingin akhiri perang dengan bermartabat. Foto/X
A A A
TEHERAN - Iran berupaya mengakhiri perang dengan AS dan Iran “dengan bermartabat.” Itu diungkapkan Presiden negara itu Masoud Pezeshkian pada hari Minggu, dengan alasan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak berhak merampas hak nuklir Teheran.

"Trump mengatakan Iran tidak boleh menggunakan hak nuklirnya, tetapi tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran," kata Pezeshkian selama kunjungan ke Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita ISNA.

Ia juga menyerukan agar bangsa itu berdiri teguh "melawan musuh yang haus darah dan brutal."

Iran harus mengelola suasana saat ini dengan cara yang "tidak menggambarkan kita sebagai penghasut perang" karena "kita sedang membela diri," tambahnya.



“Para pemain putri kita di Australia telah memberikan pukulan telak kepada musuh. Kedua pemain putri yang disesatkan oleh musuh selalu kami sambut kembali kapan pun mereka datang; tangan kami terbuka untuk mereka,” tambah Pezeshkian, merujuk pada penampilan Tim Sepak Bola Wanita Australia di Piala Asia bulan lalu, serta dua pemainnya yang mencari suaka.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, dan Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel dan negara-negara regional lainnya yang menampung aset AS.

Perang telah ditangguhkan sejak 8 April, ketika Pakistan menengahi gencatan senjata selama dua minggu.

Washington dan Teheran mengadakan pembicaraan di Pakistan akhir pekan lalu untuk mencapai perdamaian abadi, dan upaya untuk sesi lain di Islamabad sedang berlangsung.

Kemudian, Pezeshkian mengatakan Iran tidak mencari perang dan hanya bertindak untuk membela diri terhadap serangan AS dan Israel, menekankan komitmen negaranya terhadap perdamaian dan stabilitas regional.

Ia menuduh AS dan Israel menargetkan infrastruktur sipil, menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan bukti standar ganda dalam hak asasi manusia.

“Kami tidak menyerang negara mana pun, dan dalam situasi saat ini kami tidak bermaksud menyerang pihak mana pun, dan kami hanya membela diri secara sah,” kata Pezeshkian seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.

“Tidak seharusnya dikatakan bahwa Iran mencari perang. Sebaliknya, kami cinta damai dan apa yang kami lakukan adalah pembelaan diri yang sah. Sama seperti setiap manusia bereaksi terhadap agresi, suatu bangsa juga membela diri terhadap serangan.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved