Negosiator Utama Iran: Trump Berbohong 7 Kali dalam 1 Jam!

Minggu, 19 April 2026 - 06:01 WIB
loading...
Negosiator Utama Iran:...
Kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebut Presiden AS Donald Trump berbohong tujuh kali dalam satu jam. Foto/White House
A A A
TEHERAN - Ketua parlemen yang juga kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat tujuh klaim dalam satu jam setelah Teheran mengumumkan pembukaan kembali sementara Selat Hormuz. Namun, kata Ghalibaf, dan klaim Trump itu adalah kebohongan.

Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan jalur perairan tersebut, yang menangani sekitar 25% perdagangan minyak mentah global, sepenuhnya terbuka untuk kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata sepuluh hari antara Israel dan Lebanon. Pengumuman tersebut menyebabkan harga minyak turun sekitar 10%.

Baca Juga: Dua Kapalnya Ditembaki di Selat Hormuz, India Panggil Dubes Iran

Namun, pada hari Sabtu, Teheran membatalkan keputusan tersebut, dengan mengatakan: "Selat Hormuz telah kembali ke keadaan semula dan sekali lagi berada di bawah manajemen dan kendali ketat militer Iran."

Para pejabat Iran mengatakan penutupan kembali tersebut didorong oleh penolakan Washington untuk mencabut blokade atas pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz, yang diberlakukan AS pada hari Senin setelah putaran pertama perundingan di Pakistan gagal mencapai kesepakatan pada pekan lalu. Mereka menuduh AS melakukan "pembajakan dan pencurian maritim".

Pada hari Jumat, dalam serangkaian unggahan di Truth Social sebagai respons terhadap pengumuman awal Iran tentang pembukaan kembali sementara Selat Hormuz, Trump mengatakan blokade Angkatan Laut AS akan tetap berlaku sepenuhnya sampai kedua pihak mencapai kesepakatan damai.

"Iran telah setuju untuk tidak pernah menutup Selat Hormuz lagi," klaim Trump. "Pembukaan jalur air tersebut sama sekali tidak terkait dengan Lebanon," lanjut Trump, menambahkan bahwa sebagian besar poin dari perjanjian damai akhir telah dinegosiasikan antara kedua pihak.

Ghalibaf menanggapi Trump dalam sebuah unggahan di X pada Jumat sore, dengan mengatakan: "Presiden AS mengajukan tujuh klaim dalam satu jam, yang semuanya salah."

"Amerika tidak memenangkan perang dengan kebohongan ini, dan mereka tentu tidak akan mendapatkan apa pun dalam negosiasi," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (19/4/2026).

"Kendali atas Selat Hormuz akan ditentukan di lapangan, bukan di media sosial," imbuh Ghalibaf.

“Perang media dan rekayasa opini publik adalah bagian penting dari perang, dan bangsa Iran tidak terpengaruh oleh trik-trik ini,” sambung dia.

Tasnim News Agency pada hari Sabtu melaporkan bahwa Iran belum setuju untuk mengadakan putaran negosiasi lain dengan AS. Menurut sumbernya, Teheran ragu-ragu untuk melanjutkan dialog karena berlanjutnya blokade Angkatan Laut Amerika dan tuntutan Washington yang berlebihan selama perundingan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved