Lebanon Tak Ingin Hanya Jadi Pion dalam Konflik Hizbullah dan Israel, Mungkinkah?

Sabtu, 18 April 2026 - 17:25 WIB
loading...
Lebanon Tak Ingin Hanya...
Lebanon tak ingin hanya jadi pion dalam konflik Hizbullah dan Israel. Foto/X
A A A
BEIRUT - Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa negara itu tidak akan lagi menjadi "arena perang siapa pun", dan bahwa gencatan senjata dengan Israel harus mengarah pada upaya untuk mencapai kesepakatan permanen.

Dalam pidato yang disiarkan televisi kepada publik Lebanon pada hari Jumat, ia mengatakan bahwa Lebanon bukan lagi “pion dalam permainan siapa pun, atau arena untuk perang siapa pun, dan kita tidak akan pernah menjadi seperti itu lagi”.

Pidatonya disampaikan sehari setelah gencatan senjata 10 hari diumumkan antara Lebanon dan Israel, yang memberikan jeda dari serangan Israel yang dimulai pada 2 Maret, setelah Hizbullah menembaki Israel, dan telah menyebabkan lebih dari 2.200 orang tewas dan lebih dari satu juta orang mengungsi.

Lebanon Tak Ingin Hanya Jadi Pion dalam Konflik Hizbullah dan Israel, Mungkinkah?

1. Mewujudkan Persatuan dan Kedaulatan

Aoun mengatakan bahwa mereka memasuki fase “transisi dari upaya gencatan senjata menuju upaya kesepakatan permanen yang melindungi hak-hak rakyat kita, persatuan tanah air kita, dan kedaulatan bangsa kita.”

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang menurutnya telah membantu mengakhiri permusuhan, menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan “semua saudara Arab kita, terutama Kerajaan Arab Saudi”.


2. Tidak Melepaskan Tanah Lebanon

Aoun berjanji bahwa setiap kesepakatan yang dicapai tidak akan melanggar hak-hak negara atau melepaskan sebagian tanahnya, dan bahwa negosiasi tersebut bukanlah kelemahan atau konsesi.

Gencatan senjata diumumkan beberapa hari setelah Lebanon dan Israel mengadakan pembicaraan langsung pertama mereka dalam beberapa dekade di Washington, yang memicu kritik dari penduduk Lebanon.

3. Menghentikan Agresi Israel

“Tujuan kami jelas dan telah dinyatakan: untuk menghentikan agresi Israel terhadap tanah dan rakyat kami, untuk mendapatkan penarikan Israel, untuk memperluas otoritas negara atas seluruh tanahnya dengan pasukannya sendiri, untuk memastikan kembalinya para tahanan, dan untuk memungkinkan keluarga kami kembali ke rumah dan desa mereka, dengan aman, bebas, dan bermartabat,” kata presiden.

Israel terus menduduki wilayah Lebanon selatan meskipun ada gencatan senjata, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan tidak akan mundur selama gencatan senjata.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved