Kabel Diplomatik Ungkap Perang Iran Merugikan AS di Berbagai Bidang di Seluruh Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB
loading...
Kabel Diplomatik Ungkap...
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Perang Iran membahayakan hubungan keamanan global Amerika Serikat (AS) dan merusak reputasinya, terutama di kalangan umat Muslim dunia. Data itu menurut serangkaian kabel Departemen Luar Negeri yang diperoleh POLITICO.

Kabel-kabel tersebut, tertanggal Rabu, menggambarkan dampak perang terhadap posisi Amerika di tiga negara di berbagai belahan dunia: Bahrain, Azerbaijan, dan Indonesia.

Para diplomat AS di kedutaan besar di ibu kota negara-negara tersebut melukiskan gambaran yang mengerikan tentang Amerika yang dikepung di berbagai media oleh aktor pro-Iran yang sangat lincah di ruang digital.

Di Azerbaijan, hubungan yang sebelumnya membaik secara signifikan kini stagnan, dan tampaknya mulai goyah.

Pemerintah Bahrain menghadapi pertanyaan tentang apakah AS meninggalkannya untuk berjuang sendiri melawan drone dan rudal Iran.

Dan pemimpin Indonesia dapat menghadapi seruan yang semakin meningkat untuk mengurangi hubungan keamanan dengan AS.

Beberapa kabel menggambarkan sentimen anti-AS. Sentimen yang dirasakan berdampak langsung, sementara yang lain menimbulkan kekhawatiran bahwa hubungan dapat terancam jika perang berlanjut lebih lama.

Secara keseluruhan, dokumen-dokumen tersebut menggambarkan situasi di negara-negara di mana AS kehilangan kepercayaan penduduk, dan berpotensi juga kepercayaan pemerintah mereka.

Dokumen-dokumen tersebut berisi permintaan terselubung kepada pemerintahan Trump untuk memberi wewenang kepada kedutaan besar Amerika untuk melawan narasi negatif tersebut secara daring dan di media tradisional.

Kedutaan besar perlu "memiliki kebebasan menggunakan media sosial yang fleksibel, cepat, dan proaktif untuk menghadapi tantangan dalam memberikan dampak di ruang digital yang penuh sesak," demikian argumen dokumen kedutaan besar dari Jakarta, Indonesia.

Kedutaan besar AS telah diinstruksikan untuk tidak membuat konten asli tentang perang Iran untuk dibagikan secara publik dan sebagian besar dibatasi untuk memposting ulang pesan yang disetujui dari Gedung Putih atau markas besar Departemen Luar Negeri secara daring, menurut seorang diplomat AS dan dokumen lain yang diperoleh POLITICO.

Fakta bahwa dokumen-dokumen tersebut dikirim menunjukkan situasi di negara-negara tersebut semakin memburuk.

Hal itu karena banyak diplomat AS menjadi takut untuk bersuara di bawah pemerintahan Trump setelah pemerintahan tersebut sebagian besar mengesampingkan mereka dari keputusan kebijakan luar negeri utama, memecat banyak anggota Dinas Luar Negeri, dan menekankan "kesetiaan" bagi mereka yang tersisa, kata dua diplomat AS.

Akibatnya, "kantor-kantor perwakilan sangat berhati-hati dalam memilih topik dan cara mereka menyampaikan sesuatu," kata salah satu diplomat, yang meminta anonimitas seperti diplomat lainnya karena takut akan pembalasan.

Sebaliknya, kepemimpinan Iran menggunakan bot, meme, dan alat-alat lain di berbagai platform untuk melemahkan AS di ruang media. Para diplomatnya juga telah beralih ke kontak mereka di bidang keagamaan, budaya, dan sosial untuk membangun simpati bagi Teheran.

Dimintai komentar, juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott mengatakan, “Tindakan Presiden Trump membuat Amerika Serikat, generasi mendatang, dan seluruh dunia lebih aman dengan mencegah rezim Iran memperoleh senjata nuklir. Itulah kenyataannya, dan seluruh pemerintahan sejalan dalam upaya tersebut.”

Mempertanyakan Loyalitas AS di Bahrain


Bahrain dan AS adalah sekutu yang setia, dan negara Timur Tengah ini menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika yang berfungsi sebagai markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS.

Namun, perang Iran telah menyebabkan persepsi publik bahwa AS meninggalkan Bahrain untuk fokus melindungi Israel, menurut dokumen rahasia dari ibu kota Bahrain, Manama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved