Lagi, Kapal Induk Nuklir AS Dilanda Kebakaran, 3 Pelaut Terluka
Jum'at, 17 April 2026 - 11:25 WIB
loading...
USS Dwight D. Eisenhower, kapal induk bertenaga nuklir AS yang dilanda kebakaran pada 14 April lalu. Ia jadi kapal induk kedua AS yang dilanda kebakaran sepanjang tahun ini. Foto/US Navy/MC2 Hunter Day
A
A
A
WASHINGTON - Untuk kedua kalinya sepanjang tahun ini, kebakaran terjadi di salah satu kapal induk super bertenaga nuklir Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Tiga pelaut dilaporkan terluka pada Selasa akibat kebakaran di atas kapal induk USS Dwight D. Eisenhower (CVN-69).
Para pelaut dirawat di atas kapal perang dan sejak itu telah kembali bertugas penuh, demikian konfirmasi Angkatan Laut AS, sebagaimana dikutip dari Forbes, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Kapal Induk USS Gerald R Ford Terbakar, AS Klaim Bukan akibat Serangan Iran
Angkatan Laut belum menunjukkan di mana lokasi persisnya kebakaran terjadi, tetapi insiden itu terjadi selama masa pemeliharaan CVN-69, periode terjadwal di mana kapal perang menghentikan operasi untuk perbaikan atau peningkatan, di Pangkalan Angkatan Laut Norfolk, Virginia.
USS Dwight D. Eisenhower telah berada di galangan kapal Angkatan Laut AS selama 16 bulan, menjalani pemeliharaan pasca-penugasan.
“Pada tanggal 14 April, USS Dwight D. Eisenhower mengalami kebakaran kecil yang segera ditangani dan dipadamkan oleh awak kapal dan personel Galangan Kapal Angkatan Laut Norfolk, yang merespons dengan cepat sesuai pelatihan. Tiga pelaut dirawat oleh tim medis kapal dan kembali bertugas penuh,” kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.
Baru sebulan yang lalu terjadi kebakaran yang lebih serius di kapal induk USS Gerald R. Ford (CVN-78) milik Angkatan Laut AS, yang membutuhkan waktu hampir 30 jam untuk ditangani dan kemudian berdampak pada operasi kapal tersebut selama dua hari. Insiden ini membuat kapal induk terbesar Amerika itu keluar dari perang melawan Iran, yang dikenal sebagai "Operasi Epic Fury".
Kapal tersebut sejak itu telah menjalani perbaikan di Split, Kroasia, dan pada minggu ini telah kembali berlayar di Mediterania timur.
USS Dwight D. Eisenhower, kapal induk kelas Nimitz kedua, tiba di galangan kapal Virginia pada 8 Januari 2025 untuk Planned Incremental Availability (PIA).
“Fase pemeliharaan memastikan kemampuan kapal induk memenuhi tuntutan operasional di masa depan,” demikian pengumuman Angkatan Laut AS saat itu.
PIA atau Pemeliharaan Intensif Pra-Operasi ini dilakukan setelah penempatan terakhir kapal induk super tersebut, yang dimulai pada Oktober 2023 dan berakhir pada Juli 2024. Selama waktu itu, USS Dwight D. Eisenhower melaksanakan operasi berkelanjutan di wilayah operasi Armada ke-5 AS.
Menurut Angkatan Laut AS, PIA 2025 mencakup “pekerjaan komprehensif” pada sistem propulsi CVN-69, kenyamanan awak, sistem tempur, dan kemampuan dukungan penerbangan. Selain pemeliharaan rutin, upgrade dilakukan pada sistem-sistem penting untuk memastikan kapal induk tetap siap menjalankan misi sekaligus meningkatkan efektivitas operasional.
Belum jelas apakah kebakaran tersebut akan menunda kemajuan pemeliharaan. Angkatan Laut AS belum mengindikasikan kapan CVN-69 akan ditugaskan kembali.
USS Dwight D. Eisenhower atau dikenal sebagai “Ike” adalah kapal induk super kelas Nimitz kedua dari 10 kapal yang saat ini bertugas di Angkatan Laut AS. Dinamakan untuk menghormati presiden ke-34 Amerika Serikat dan mantan Jenderal Angkatan Darat, kapal induk ini telah bertugas selama lebih dari empat dekade.
Kongres mengesahkan pembangunan CVN-69 pada tahun 1970, dan kapal tersebut diresmikan tujuh tahun kemudian. Setelah lebih dari setahun menjalani pelatihan armada, Ike dikerahkan ke Mediterania untuk pertama kalinya. Kapal ini menjalani perbaikan besar pada pertengahan tahun 1980-an, di mana ia dilengkapi dengan teknologi yang lebih baru, dan kembali bertugas pada tahun 1987.
Sepanjang sejarah pelayanannya yang panjang, USS Dwight D. Eisenhower telah dikerahkan ke berbagai operasi tempur di Timur Tengah, dimulai dengan Operasi Eagle Claw selama krisis sandera Iran tahun 1980.
Salah satu penugasan kapal induk yang paling terkenal terjadi selama Operasi Desert Shield/Desert Storm, setelah invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990. CVN-69 mencatat sejarah pada saat itu, menjadi kapal induk bertenaga nuklir kedua yang pernah melintasi Terusan Suez.
Selama penugasan tahun 2023-2024, kapal induk tertua kedua Angkatan Laut AS yang masih beroperasi ini beroperasi di Laut Merah, di mana ia melindungi kapal-kapal pengiriman komersial yang diserang oleh kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran sebagai respons terhadap perang brutal Israel di Gaza.
Terdapat spekulasi bahwa USS Dwight D. Eisenhower dapat dikerahkan kembali ke Timur Tengah jika Operasi Epic Fury melawan Iran berlanjut. Kapal induk USS George H.W. Bush (CVN-77) yang berbasis di Norfolk kini sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut.
Pada minggu ini, kapal induk USS Gerald R. Ford, yang juga telah mendukung operasi tempur melawan Republik Islam Iran, mencetak rekor sebagai penugasan terlama di era pasca-Perang Vietnam. Hingga Kamis, CVN-78 telah berada di laut selama 296 hari, melampaui 294 hari yang dicapai oleh kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) selama penugasannya pada tahun 2019-2020.
Para pelaut dirawat di atas kapal perang dan sejak itu telah kembali bertugas penuh, demikian konfirmasi Angkatan Laut AS, sebagaimana dikutip dari Forbes, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Kapal Induk USS Gerald R Ford Terbakar, AS Klaim Bukan akibat Serangan Iran
Angkatan Laut belum menunjukkan di mana lokasi persisnya kebakaran terjadi, tetapi insiden itu terjadi selama masa pemeliharaan CVN-69, periode terjadwal di mana kapal perang menghentikan operasi untuk perbaikan atau peningkatan, di Pangkalan Angkatan Laut Norfolk, Virginia.
USS Dwight D. Eisenhower telah berada di galangan kapal Angkatan Laut AS selama 16 bulan, menjalani pemeliharaan pasca-penugasan.
“Pada tanggal 14 April, USS Dwight D. Eisenhower mengalami kebakaran kecil yang segera ditangani dan dipadamkan oleh awak kapal dan personel Galangan Kapal Angkatan Laut Norfolk, yang merespons dengan cepat sesuai pelatihan. Tiga pelaut dirawat oleh tim medis kapal dan kembali bertugas penuh,” kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.
Baru sebulan yang lalu terjadi kebakaran yang lebih serius di kapal induk USS Gerald R. Ford (CVN-78) milik Angkatan Laut AS, yang membutuhkan waktu hampir 30 jam untuk ditangani dan kemudian berdampak pada operasi kapal tersebut selama dua hari. Insiden ini membuat kapal induk terbesar Amerika itu keluar dari perang melawan Iran, yang dikenal sebagai "Operasi Epic Fury".
Kapal tersebut sejak itu telah menjalani perbaikan di Split, Kroasia, dan pada minggu ini telah kembali berlayar di Mediterania timur.
Kebakaran Selama PIA
USS Dwight D. Eisenhower, kapal induk kelas Nimitz kedua, tiba di galangan kapal Virginia pada 8 Januari 2025 untuk Planned Incremental Availability (PIA).
“Fase pemeliharaan memastikan kemampuan kapal induk memenuhi tuntutan operasional di masa depan,” demikian pengumuman Angkatan Laut AS saat itu.
PIA atau Pemeliharaan Intensif Pra-Operasi ini dilakukan setelah penempatan terakhir kapal induk super tersebut, yang dimulai pada Oktober 2023 dan berakhir pada Juli 2024. Selama waktu itu, USS Dwight D. Eisenhower melaksanakan operasi berkelanjutan di wilayah operasi Armada ke-5 AS.
Menurut Angkatan Laut AS, PIA 2025 mencakup “pekerjaan komprehensif” pada sistem propulsi CVN-69, kenyamanan awak, sistem tempur, dan kemampuan dukungan penerbangan. Selain pemeliharaan rutin, upgrade dilakukan pada sistem-sistem penting untuk memastikan kapal induk tetap siap menjalankan misi sekaligus meningkatkan efektivitas operasional.
Belum jelas apakah kebakaran tersebut akan menunda kemajuan pemeliharaan. Angkatan Laut AS belum mengindikasikan kapan CVN-69 akan ditugaskan kembali.
USS Dwight D. Eisenhower atau dikenal sebagai “Ike” adalah kapal induk super kelas Nimitz kedua dari 10 kapal yang saat ini bertugas di Angkatan Laut AS. Dinamakan untuk menghormati presiden ke-34 Amerika Serikat dan mantan Jenderal Angkatan Darat, kapal induk ini telah bertugas selama lebih dari empat dekade.
Kongres mengesahkan pembangunan CVN-69 pada tahun 1970, dan kapal tersebut diresmikan tujuh tahun kemudian. Setelah lebih dari setahun menjalani pelatihan armada, Ike dikerahkan ke Mediterania untuk pertama kalinya. Kapal ini menjalani perbaikan besar pada pertengahan tahun 1980-an, di mana ia dilengkapi dengan teknologi yang lebih baru, dan kembali bertugas pada tahun 1987.
Sepanjang sejarah pelayanannya yang panjang, USS Dwight D. Eisenhower telah dikerahkan ke berbagai operasi tempur di Timur Tengah, dimulai dengan Operasi Eagle Claw selama krisis sandera Iran tahun 1980.
Salah satu penugasan kapal induk yang paling terkenal terjadi selama Operasi Desert Shield/Desert Storm, setelah invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990. CVN-69 mencatat sejarah pada saat itu, menjadi kapal induk bertenaga nuklir kedua yang pernah melintasi Terusan Suez.
Selama penugasan tahun 2023-2024, kapal induk tertua kedua Angkatan Laut AS yang masih beroperasi ini beroperasi di Laut Merah, di mana ia melindungi kapal-kapal pengiriman komersial yang diserang oleh kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran sebagai respons terhadap perang brutal Israel di Gaza.
Terdapat spekulasi bahwa USS Dwight D. Eisenhower dapat dikerahkan kembali ke Timur Tengah jika Operasi Epic Fury melawan Iran berlanjut. Kapal induk USS George H.W. Bush (CVN-77) yang berbasis di Norfolk kini sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut.
Pada minggu ini, kapal induk USS Gerald R. Ford, yang juga telah mendukung operasi tempur melawan Republik Islam Iran, mencetak rekor sebagai penugasan terlama di era pasca-Perang Vietnam. Hingga Kamis, CVN-78 telah berada di laut selama 296 hari, melampaui 294 hari yang dicapai oleh kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) selama penugasannya pada tahun 2019-2020.
(mas)
Lihat Juga :