Kubu Garis Keras Makin Desak Iran Membuat Bom Nuklir untuk Melawan AS-Israel

Jum'at, 17 April 2026 - 09:03 WIB
loading...
A A A
Israel telah berulang kali memperingatkan selama bertahun-tahun bahwa Iran hanya beberapa bulan lagi dari kemampuan untuk membuat bom nuklir, dengan mengutip laporan intelijen, pengayaan uranium Teheran yang dibutuhkan untuk hulu ledak hampir mencapai tingkat senjata nuklir, dan program rudal balistiknya.

Belum Ada Perubahan Kebijakan Nuklir


Para analis mengatakan bahwa tujuan Republik Islam Iran adalah untuk mencapai status "negara ambang batas"—mampu memproduksi bom dengan cepat jika diperlukan tetapi tanpa menimbulkan status paria yang dapat menyertai senjata itu sendiri.

Para komandan IRGC dan tokoh senior lainnya di masa lalu telah memperingatkan bahwa Iran harus langsung membuat bom jika kelangsungan hidup Republik Islam terancam—suatu kondisi yang mungkin terpenuhi dalam perang saat ini.

Fatwa Khamenei, atau pendapat keagamaan, bahwa senjata nuklir tidak diperbolehkan dalam Islam, dibuat pada awal tahun 2000-an, meskipun tidak pernah dikeluarkan dalam bentuk tertulis. Khamenei menegaskan kembali hal itu pada tahun 2019.

Salah satu dari dua sumber senior Iran mengatakan bahwa dengan kematian Khamenei dan Ali Larijani, yang menurut sumber tersebut juga menentang kelompok garis keras, semakin sulit untuk melawan argumen-argumen yang lebih agresif.

Juga tidak jelas apakah kewajiban untuk mematuhi fatwa tak tertulis Khamenei tetap berlaku setelah kematiannya, meskipun kemungkinan besar akan tetap sah kecuali dicabut oleh pemimpin tertinggi yang baru—putranya, Mojtaba Khamenei, yang belum terlihat di depan umum sejak kematian ayahnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Pesawat Cessna Jatuh...
Pesawat Cessna Jatuh di Hutan, 10 Orang Tewas
Rekomendasi
Kejagung Perintahkan...
Kejagung Perintahkan Kepala Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
Siap-siap Menyambut...
Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Berita Terkini
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved