Gaza Dibanjiri Coklat dan Minuman Ringan saat Bahan Bakar dan Obat-obatan Ditahan Israel

Rabu, 15 April 2026 - 20:30 WIB
loading...
Gaza Dibanjiri Coklat...
Israel mencegah masuknya obat-obatan dan bahan bakar tapi membiarkan aliran barang tidak penting masuk ke pasar Gaza. Foto/Mohammed Asad/Middle East Monitor
A A A
JALUR GAZA - Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan di Gaza, Munir Al-Barsh, menggambarkan situasi bencana di wilayah yang terkepung itu, dengan mengatakan wilayah tersebut dibanjiri cokelat dan minuman ringan sementara bahan bakar, obat-obatan, dan makanan pokok ditahan. Situasi ini membuat bayi-bayi di inkubator terus-menerus berisiko meninggal.

Al-Barsh mengatakan situasi ini bukanlah kekurangan sementara tetapi manipulasi bantuan yang disengaja, yang menutupi kelaparan yang terus berlanjut dan pembunuhan yang terus terjadi meskipun ada klaim gencatan senjata.

Di dalam koridor Rumah Sakit Al-Shifa di Jalur Gaza, di mana suara alat-alat medis bercampur dengan tangisan orang-orang yang terluka, para dokter berjuang dengan kenyataan pahit: bayi-bayi di inkubator membutuhkan listrik untuk bertahan hidup, namun bahan bakar tidak tersedia dan bantuan yang datang tidak menyelamatkan mereka.

Al-Barsh menyimpulkan pemandangan itu, dengan mengatakan, “Apa yang masuk ke Gaza bukanlah bantuan melainkan ejekan kejam terhadap kematian.”

Ia menambahkan, “Truk-truk yang membawa jeli tiba, yang lain membawa cokelat dan minuman ringan mengalir masuk seolah-olah itu adalah penyelamat… tetapi bahan bakar yang dibutuhkan untuk menjaga inkubator tetap beroperasi masih dilarang.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Penjualan Obat Penenang...
Penjualan Obat Penenang di Israel Meningkat sejak Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved