1.639 Orang Dieksekusi pada 2025 di Iran, Tahun Ini Diprediksi Melonjak Drastis
Rabu, 15 April 2026 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam menyesalkan bahwa setelah pembicaraan AS-Iran di Islamabad pada akhir pekan yang gagal mencapai terobosan, "tidak ada penyebutan hak-hak rakyat Iran dalam negosiasi tersebut".
Moratorium terhadap penggunaan hukuman mati dan pembebasan semua tahanan politik harus menjadi "tuntutan nomor satu" dalam pembicaraan, katanya.
Laporan itu juga memperingatkan bahwa "ratusan demonstran yang ditahan tetap berisiko dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi" setelah didakwa dengan kejahatan berat terkait protes Januari 2026 terhadap pemerintah, yang dipadamkan oleh tindakan keras yang menurut kelompok hak asasi manusia menyebabkan ribuan orang tewas dan puluhan ribu ditangkap.
Bahkan selama perang, Iran menggantung tujuh orang terkait protes Januari, enam pria lainnya dihukum karena menjadi anggota kelompok oposisi terlarang Mujahidin Rakyat Iran (MEK), dan satu warga negara ganda Iran-Swedia yang didakwa memata-matai Israel.
Amiry-Moghaddam mengatakan bahwa hukuman mati telah dijatuhkan terhadap setidaknya 26 orang lain yang ditangkap terkait protes Januari, "tetapi beberapa ratus orang lagi" menghadapi tuduhan yang dapat menyebabkan mereka dieksekusi.
"Pesan yang mereka sampaikan dengan mengeksekusi orang setiap hari adalah untuk mengatakan 'kami memiliki kekuatan untuk membunuh'," tambahnya.
Pada tahun 2025, setidaknya 48 wanita dieksekusi, jumlah tertinggi yang tercatat dalam lebih dari 20 tahun dan peningkatan 55 persen dari tahun 2024 ketika 31 wanita digantung, menurut LSM.
Dari jumlah tersebut, 21 dieksekusi karena membunuh suami atau tunangan mereka, kata laporan itu.
Moratorium terhadap penggunaan hukuman mati dan pembebasan semua tahanan politik harus menjadi "tuntutan nomor satu" dalam pembicaraan, katanya.
Laporan itu juga memperingatkan bahwa "ratusan demonstran yang ditahan tetap berisiko dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi" setelah didakwa dengan kejahatan berat terkait protes Januari 2026 terhadap pemerintah, yang dipadamkan oleh tindakan keras yang menurut kelompok hak asasi manusia menyebabkan ribuan orang tewas dan puluhan ribu ditangkap.
Bahkan selama perang, Iran menggantung tujuh orang terkait protes Januari, enam pria lainnya dihukum karena menjadi anggota kelompok oposisi terlarang Mujahidin Rakyat Iran (MEK), dan satu warga negara ganda Iran-Swedia yang didakwa memata-matai Israel.
Amiry-Moghaddam mengatakan bahwa hukuman mati telah dijatuhkan terhadap setidaknya 26 orang lain yang ditangkap terkait protes Januari, "tetapi beberapa ratus orang lagi" menghadapi tuduhan yang dapat menyebabkan mereka dieksekusi.
"Pesan yang mereka sampaikan dengan mengeksekusi orang setiap hari adalah untuk mengatakan 'kami memiliki kekuatan untuk membunuh'," tambahnya.
Pada tahun 2025, setidaknya 48 wanita dieksekusi, jumlah tertinggi yang tercatat dalam lebih dari 20 tahun dan peningkatan 55 persen dari tahun 2024 ketika 31 wanita digantung, menurut LSM.
Dari jumlah tersebut, 21 dieksekusi karena membunuh suami atau tunangan mereka, kata laporan itu.
Lihat Juga :