Dipantau Kim Jong-un, Korut Uji Tembak Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Selasa, 14 April 2026 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga meninjau rencana sistem persenjataan untuk kapal perusak ketiga dan keempatnya yang sedang dibangun, menurut laporan Rodong Sinmun.
Kim Jong-un memuji pengembangan kapal perang Choe Hyon sebagai langkah besar menuju perluasan jangkauan operasional dan kemampuan serangan pendahuluan militernya.
Media pemerintah melaporkan kapal perang itu dirancang untuk membawa berbagai sistem, termasuk senjata anti-pesawat dan anti-kapal serta rudal balistik dan jelajah berkemampuan nuklir.
Para pejabat Korea Selatan mengatakan kapal perang itu kemungkinan besar dibangun dengan bantuan Rusia di tengah semakin eratnya hubungan militer, tetapi beberapa pakar mempertanyakan apakah kapal itu siap untuk bertugas aktif.
Korea Utara meluncurkan kapal perusak kedua dari kelas yang sama pada Mei tahun lalu, tetapi kapal itu rusak selama peluncuran yang gagal di pelabuhan utara Chongjin, yang memicu respons marah dari Kim Jong-un.
Negara itu kemudian mengatakan bahwa kapal tersebut, yang bernama Kang Kon, diluncurkan kembali pada bulan Juni setelah perbaikan, tetapi para pakar dari luar mempertanyakan apakah kapal tersebut sepenuhnya beroperasi.
Kim Jong-un memuji pengembangan kapal perang Choe Hyon sebagai langkah besar menuju perluasan jangkauan operasional dan kemampuan serangan pendahuluan militernya.
Media pemerintah melaporkan kapal perang itu dirancang untuk membawa berbagai sistem, termasuk senjata anti-pesawat dan anti-kapal serta rudal balistik dan jelajah berkemampuan nuklir.
Para pejabat Korea Selatan mengatakan kapal perang itu kemungkinan besar dibangun dengan bantuan Rusia di tengah semakin eratnya hubungan militer, tetapi beberapa pakar mempertanyakan apakah kapal itu siap untuk bertugas aktif.
Korea Utara meluncurkan kapal perusak kedua dari kelas yang sama pada Mei tahun lalu, tetapi kapal itu rusak selama peluncuran yang gagal di pelabuhan utara Chongjin, yang memicu respons marah dari Kim Jong-un.
Negara itu kemudian mengatakan bahwa kapal tersebut, yang bernama Kang Kon, diluncurkan kembali pada bulan Juni setelah perbaikan, tetapi para pakar dari luar mempertanyakan apakah kapal tersebut sepenuhnya beroperasi.
Lihat Juga :