5 Alasan Donald Trump Menutup Selat Hormuz, Salah Satunya Persiapan Menyerang Iran Lagi

Selasa, 14 April 2026 - 10:25 WIB
loading...
5 Alasan Donald Trump...
Donald Trump ingin menutup Selat Hormuz karena ingin menyerang Iran lagi. Foto/X/.CENTCOM
A A A
TEHERAN - Presiden Donald Trump akan menutup Selat Hormuz — jalur air penting yang telah berulang kali ia katakan kepada Iran harus dibuka kembali tanpa syarat.

“Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE semua Kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz,” tulis Trump di Truth Social Minggu pagi. “Pada suatu titik, kita akan mencapai kondisi ‘SEMUA DIIZINKAN MASUK, SEMUA DIIZINKAN KELUAR’, tetapi Iran belum mengizinkan hal itu terjadi.”

Keputusan Iran untuk menutup selat tersebut bagi lalu lintas kapal tanker minyak telah menyebabkan kerusakan ekonomi yang parah bagi beberapa negara yang bergantung pada minyak mentah Timur Tengah, dan telah menyebabkan harga melonjak di seluruh dunia — termasuk Amerika Serikat.

5 Alasan Donald Trump Menutup Selat Hormuz, Salah Satunya Persiapan Menyerang Iran Lagi

1. Menutup Pendapatan Utama Iran

Melansir CNN, selat tersebut secara teknis tidak ditutup — Iran secara bertahap mengizinkan beberapa kapal tanker untuk melewatinya dengan imbalan biaya hingga USD2 juta per kapal. Dan, yang terpenting, Iran telah mengizinkan minyaknya sendiri untuk masuk dan keluar dari wilayah tersebut selama perang: Iran berhasil mengekspor rata-rata 1,85 juta barel minyak mentah per hari hingga Maret — sekitar 100.000 barel per hari lebih banyak daripada tiga bulan sebelumnya, menurut perusahaan data dan analitik Kpler.

Dengan menutup selat tersebut, Trump dapat memutus sumber pendanaan utama bagi pemerintah dan operasi militer Iran.

Ini adalah langkah yang enggan diambil oleh pemerintahan Trump: Memblokade selat tersebut — bahkan untuk minyak Iran, dan harga minyak dapat melonjak di seluruh dunia.

Itulah mengapa Angkatan Laut AS mengizinkan kapal tanker Iran untuk melewati wilayah tersebut. Minyak apa pun yang mengalir keluar dari wilayah tersebut saat ini dapat membantu menjaga harga minyak setidaknya tetap terkendali.

Faktanya, Amerika Serikat pada bulan Maret memberikan izin sementara kepada Iran untuk menjual minyak yang telah mengapung di atas kapal tanker.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved