Daftar Perang Termahal dalam Sejarah AS, Ada yang Setara 40 Kalinya APBN Indonesia

Senin, 13 April 2026 - 11:40 WIB
loading...
Daftar Perang Termahal...
War on Terror tercatat sebagai perang termahal dalam sejarah AS, yakni biayanya Rp136.000 triliun atau setara 40 kali APBN Indonesia. Foto/Wikimedia Commons
A A A
JAKARTA - Keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam berbagai konflik global selalu diiringi dengan biaya fantastis. Dari Perang Dunia II hingga perang modern di Timur Tengah, anggaran yang digelontorkan tidak hanya menguras kas negara, tetapi juga meninggalkan beban jangka panjang.

Terbaru, perang bersama Israel melawan Iran, yang dimulai 28 Februari 2026, disebut-sebut berpotensi masuk dalam jajaran perang termahal dalam sejarah AS.

Baca Juga: Iran Merespons Langkah Trump Blokade Selat Hormuz: 'AS Akan Terperangkap dalam Pusaran Maut!'

Daftar Perang Termahal dalam Sejarah AS


1. War on Terror

•Biaya: Lebih dari USD8 triliun (Rp136.000 triliun)
Angka ini setara dengan 40 kali APBN Indonesia, di mana APBN Indonesia sekitar Rp3.000 triliun hingga Rp3.500 triliun per tahun).

Kampanye global "War on Terror" menjadi konflik paling mahal sepanjang sejarah AS. Dimulai pasca-serangan 11 September 2001 atau serangan 9/11, operasi ini meluas ke berbagai negara.

•Cakupun Biaya Perang:
-Operasi militer lintas negara
-Keamanan dalam negeri
-Perawatan veteran dan bunga utang

2. Perang Afghanistan

•Biaya: USD2,3 triliun (Rp39.100 triliun)
Angka ini setara dengan 10 hingga 12 kali APB Indonesia.

Perang Afghanistan berlangsung selama dua dekade dan menjadi perang terpanjang AS.

Target utama adalah Taliban dan jaringan al-Qaeda yang didirikan Osama bin Laden. Ironisnya, hasil perang ini pada akhirnya dinilai tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan Amerika.

3. Perang Irak

•Biaya: USD 1,9 triliun (Rp32.300 triliun)

Invasi AS ke Irak di bawah Presiden George W. Bush menjadi salah satu keputusan paling kontroversial.

Dalih senjata pemusnah massal yang dikembangkan rezim Saddam Hussein tidak terbukti, membuat perang ini menuai kritik global. Perang ini menumbangkan rezim Saddam Hussein, tapi biayanya terus membengkak.

4. Perang Iran 2026

•Biaya: Estimasi USD1–3 triliun (Rp17.000 triliun hingga Rp51.000 triliun)

Konflik terbaru antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mulai menunjukkan potensi biaya yang sangat besar.

Estimasi ini berdasarkan biaya operasi harian mencapai USD 1 miliar dan kerugian aset-aset tempur AS di seluruh wilayah Teluk yang hancur diserang Iran. Selain itu, penggunaan rudal dan sistem pertahanan mahal dan dampak lonjakan harga minyak global juga menjadi faktor penentu hitungan.

Jika eskalasi terus berlanjut, perang ini berpotensi menyamai Perang Irak bahkan mendekati Perang Afghanistan.

5. Perang Vietnam

•Biaya: USD1,2 triliun (Rp20.400 triliun)
Angka awalnya sekitar USD 168 miliar pada 1965–1975. Jika disesuaikan dengan inflasi sekarang sekitar USD1,2 triliun.

Perang Vietnam menjadi salah satu perang paling kontroversial dalam sejarah AS. Selain biaya besar, perang ini juga memicu gelombang protes besar di dalam negeri. Tragisnya, para sejarawan menilai AS adalah pihak yang kalah dalam perang ini.

6. Perang Dunia II

•Biaya: USD5 triliun (Rp85.000 triliun)
Angka awalnya adalah sekitar USD296 miliar pada 1941–1945. Jika disesuaikan dengan nilai sekarang kira-kira USD4 triliun hingga USD5 triliun atau Rp68.000 triliun hingga Rp85.000 triliun.

Keterlibatan AS dalam Perang Dunia II setelah Serangan Pearl Harbor menelan biaya luar biasa besar jika dihitung dengan nilai saat ini. Namun, perang ini juga mengukuhkan posisi AS sebagai kekuatan global.

7. Perang Korea

•Biaya: USD400 miliar (Rp6.800 triliun)
Angka awalnya adalah USD30 miliar hingga USD34 miliar pada 1950–1953. Jika disesuaikan ke nilai sekarang kira-kira USD350 miliar hingga USD400 miliar atau Rp5.950 triliun hingga Rp6.800 triliun.

Perang Korea mempertemukan kekuatan-kekuatan besar dunia di Semenanjung Korea. Meski berakhir tanpa kemenangan mutlak, biaya besar tetap harus ditanggung Amerika.

Sumber:Congressional Research Service.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved