Apa yang Terjadi Jika Perundingan AS-Iran Gagal? Ini Jawaban Trump
Minggu, 12 April 2026 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Lebanon dan Israel bersiap untuk pembicaraan minggu depan karena jeda sesaat memberikan kelegaan dari serangan intensif sehari sebelumnya yang mengancam runtuhnya negosiasi AS-Iran.
Sebelumnya, Trump mengatakan dia tidak khawatir tentang hasil perundingan Amerika-Iran di Pakistan. Menurutnya, Amerika telah keluar sebagai pemenang dari perang tersebut.
"Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, tidak ada bedanya bagi saya. Alasannya adalah karena kita telah menang," kata Trump kepada wartawan pada hari Sabtu.
"Kita akan lihat apa yang terjadi. Kita sedang dalam negosiasi yang sangat mendalam dengan Iran. Kita tetap menang. Kita telah mengalahkan mereka secara militer," ujarnya.
Trump berpendapat bahwa AS telah menghancurkan Angkatan Laut Iran, termasuk kapal-kapal penebar ranjau yang beroperasi di Selat Hormuz, jalur air utama tempat sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewatinya.
"Angkatan Laut mereka telah hancur. 158 kapal. Mereka memiliki 28 kapal penebar ranjau—mereka menyebutnya kapal penebar ranjau. Semuanya tenggelam. Mereka mungkin memiliki beberapa ranjau di air. Kita memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Kita sedang menyapu Selat (Hormuz)," papar Trump.
Sementara itu, AS mengeklaim dua kapal perangnya telah melewati Selat Hormuz untuk pertama kalinya sejak perang Amerika-Israel melawan Iran dimulai 28 Februari. Namun, Teheran menyangkal klaim Washington tersebut.
Sebelumnya, Trump mengatakan dia tidak khawatir tentang hasil perundingan Amerika-Iran di Pakistan. Menurutnya, Amerika telah keluar sebagai pemenang dari perang tersebut.
"Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, tidak ada bedanya bagi saya. Alasannya adalah karena kita telah menang," kata Trump kepada wartawan pada hari Sabtu.
"Kita akan lihat apa yang terjadi. Kita sedang dalam negosiasi yang sangat mendalam dengan Iran. Kita tetap menang. Kita telah mengalahkan mereka secara militer," ujarnya.
Trump berpendapat bahwa AS telah menghancurkan Angkatan Laut Iran, termasuk kapal-kapal penebar ranjau yang beroperasi di Selat Hormuz, jalur air utama tempat sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewatinya.
"Angkatan Laut mereka telah hancur. 158 kapal. Mereka memiliki 28 kapal penebar ranjau—mereka menyebutnya kapal penebar ranjau. Semuanya tenggelam. Mereka mungkin memiliki beberapa ranjau di air. Kita memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Kita sedang menyapu Selat (Hormuz)," papar Trump.
Sementara itu, AS mengeklaim dua kapal perangnya telah melewati Selat Hormuz untuk pertama kalinya sejak perang Amerika-Israel melawan Iran dimulai 28 Februari. Namun, Teheran menyangkal klaim Washington tersebut.
Lihat Juga :