Apa yang Terjadi Jika Perundingan AS-Iran Gagal? Ini Jawaban Trump
Minggu, 12 April 2026 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
Komando Pusat (CENTCOM) Amerika mengeklaim dua kapal perang telah memulai operasi pembersihan ranjau yang dipasang Iran. "Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini dengan industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas," kata komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper, seperti dikutip AFP, Minggu (12/4/2026).
Menurut militer Amerika, dua kapal perang yang terlibat operasi pembersihan ranjau adalah USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy—keduanya merupakan kapal perusak berpeluru kendali. CENTCOM mengatakan bahwa pasukan AS tambahan, termasuk drone bawah air, dapat bergabung dalam upaya tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Sementara itu, Iran dengan tegas menolak klaim Washington bahwa kapal-kapal perang AS memasuki Selat Hormuz. Demikian disampaikan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, kepada stasiun televisi pemerintah.
"Inisiatif untuk lewat oleh kapal mana pun berada di tangan angkatan bersenjata Republik Islam Iran," katanya.
Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, kemudian mengutip Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengatakan: "Setiap upaya oleh kapal militer untuk melewati Selat Hormuz akan ditindak tegas."
"Jalur selat hanya akan diberikan kepada kapal sipil dalam kondisi tertentu," lanjut komando tersebut.
Menurut militer Amerika, dua kapal perang yang terlibat operasi pembersihan ranjau adalah USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy—keduanya merupakan kapal perusak berpeluru kendali. CENTCOM mengatakan bahwa pasukan AS tambahan, termasuk drone bawah air, dapat bergabung dalam upaya tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Sementara itu, Iran dengan tegas menolak klaim Washington bahwa kapal-kapal perang AS memasuki Selat Hormuz. Demikian disampaikan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, kepada stasiun televisi pemerintah.
"Inisiatif untuk lewat oleh kapal mana pun berada di tangan angkatan bersenjata Republik Islam Iran," katanya.
Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, kemudian mengutip Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengatakan: "Setiap upaya oleh kapal militer untuk melewati Selat Hormuz akan ditindak tegas."
"Jalur selat hanya akan diberikan kepada kapal sipil dalam kondisi tertentu," lanjut komando tersebut.
(mas)
Lihat Juga :