Pemimpin Oposisi Taiwan Sowan ke Beijing, Presiden China Xi Jinping Sesumbar Kebangkitan Besar

Sabtu, 11 April 2026 - 09:53 WIB
loading...
Pemimpin Oposisi Taiwan...
Presiden China Xi Jinping bersama Ketua Partai Kuomintang (KMT) Cheng Li-wun di Beijing, 10 April 2026. Foto/gov.cn/Xinhua
A A A
TEHERAN - Presiden China Xi Jinping bertemu ketua partai oposisi utama Taiwan, Kuomintang (KMT), pada hari Jumat (10/4/2026). Xi menekankan tidak ada perubahan global yang akan menghentikan “kebangkitan besar bangsa China,” termasuk rakyatnya di seberang Selat Taiwan.

Taiwan secara de facto menjadi wilayah yang berpemerintahan sendiri setelah pasukan nasionalis China kalah dalam perang saudara melawan komunis dan melarikan diri ke sana pada tahun 1949.

Beijing menganggap pulau itu sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayahnya di bawah prinsip Satu China, yang dianut sebagian besar negara anggota PBB.

Pemimpin oposisi tiba di daratan China pada hari Selasa atas undangan Xi. Partai DPP yang berkuasa di Taiwan mengutuk kunjungan tersebut, tetapi Cheng Li-wun menggambarkannya sebagai misi pembangunan perdamaian – peristiwa pertama semacam itu dalam satu dekade.

“Semoga… Selat Taiwan tidak lagi menjadi titik konflik geopolitik dan tidak akan pernah menjadi papan catur untuk campur tangan kekuatan eksternal,” katanya, seperti dikutip Taipei Times.

“Kami menyambut baik setiap usulan yang kondusif bagi perkembangan damai hubungan lintas Selat dan akan mengerahkan segala upaya untuk memajukan setiap usaha yang mendorong perkembangan tersebut,” kata Xi dalam pidatonya di Balai Agung Rakyat Beijing.

Xi menambahkan kekuatan yang mempromosikan “kemerdekaan Taiwan” adalah pemicu utama ketegangan di kawasan tersebut.

“Tidak peduli bagaimana lanskap internasional dan situasi di seberang Selat Taiwan berkembang, tren utama menuju kebangkitan besar bangsa China tidak akan berubah,” kata Xi.

Cheng setuju bahwa baik KMT maupun Partai Komunis China harus menjunjung tinggi ‘Konsensus 1992,’ di mana Taipei dan Beijing mengakui hanya ada satu China.

Partai Progresif Demokratik (DPP) pimpinan Lai Ching-te di Taiwan menentang konsensus tersebut, karena menganggapnya membatasi otonomi pulau tersebut.

Kunjungan rekonsiliasi Cheng ini dilakukan menjelang pertemuan puncak yang diharapkan antara Xi dan Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya ditunda karena perang Washington terhadap Iran.

Baca juga: Jelang Perundingan dengan Iran, Trump: AS Memuat Kapal-kapal dengan Senjata Berjumlah Lebih Besar
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved