Wapres Vance Klaim Lebanon Bukan Bagian dari Gencatan Senjata AS-Iran
Kamis, 09 April 2026 - 14:20 WIB
loading...
Wakil Presiden AS JD Vance. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Menghentikan permusuhan di Lebanon bukanlah bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Klaim itu diungkap Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Rabu, lebih lanjut menyebut masalah tersebut sebagai "kesalahpahaman".
Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari Rabu mengatakan mengakhiri permusuhan di Lebanon bukanlah bagian dari kesepakatan karena gerakan Hizbullah, mencatat situasi di negara itu adalah bagian dari "bentrokan terpisah".
"Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang sah. Saya pikir Iran mengira gencatan senjata termasuk Lebanon, dan itu tidak benar. Kami tidak pernah membuat janji itu. Kami tidak pernah mengindikasikan bahwa itu akan terjadi. Yang kami katakan adalah bahwa gencatan senjata akan difokuskan pada Iran dan gencatan senjata akan difokuskan pada sekutu Amerika, baik Israel maupun negara-negara Arab Teluk," kata Vance kepada wartawan sebelum berangkat dari Hongaria.
Sebelumnya pada hari itu, Pasukan Israel mengumumkan dimulainya serangkaian serangan terbesar terhadap target Hizbullah di Lebanon sejak awal eskalasi saat ini.
Pada tanggal 7 April, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon.
Kantor berita Iran Tasnim melaporkan Republik Islam dapat menarik diri dari perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus menyerang Lebanon.
Kantor berita Fars lebih lanjut melaporkan Teheran telah menangguhkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz menyusul serangan tersebut.
Baca juga: Bos NATO: Trump Jelas Kecewa karena Sekutu AS Menolak Gabung Perang Melawan Iran
Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari Rabu mengatakan mengakhiri permusuhan di Lebanon bukanlah bagian dari kesepakatan karena gerakan Hizbullah, mencatat situasi di negara itu adalah bagian dari "bentrokan terpisah".
"Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang sah. Saya pikir Iran mengira gencatan senjata termasuk Lebanon, dan itu tidak benar. Kami tidak pernah membuat janji itu. Kami tidak pernah mengindikasikan bahwa itu akan terjadi. Yang kami katakan adalah bahwa gencatan senjata akan difokuskan pada Iran dan gencatan senjata akan difokuskan pada sekutu Amerika, baik Israel maupun negara-negara Arab Teluk," kata Vance kepada wartawan sebelum berangkat dari Hongaria.
Sebelumnya pada hari itu, Pasukan Israel mengumumkan dimulainya serangkaian serangan terbesar terhadap target Hizbullah di Lebanon sejak awal eskalasi saat ini.
Pada tanggal 7 April, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon.
Kantor berita Iran Tasnim melaporkan Republik Islam dapat menarik diri dari perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus menyerang Lebanon.
Kantor berita Fars lebih lanjut melaporkan Teheran telah menangguhkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz menyusul serangan tersebut.
Baca juga: Bos NATO: Trump Jelas Kecewa karena Sekutu AS Menolak Gabung Perang Melawan Iran
(sya)
Lihat Juga :