Trump: Seluruh Negara Iran Dapat Dihancurkan dalam Satu Malam!
Selasa, 07 April 2026 - 07:02 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump sebut seluruh negara Iran dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam yang dimaksud mungkin Selasa malam. Foto/White House
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Senin mengatakan bahwa seluruh negara Iran dapat dihancurkan dalam satu malam. Dia bahkan mengisyaratkan malam yang dimaksud mungkin Selasa malam.
Trump memperingatkan Teheran bahwa mereka harus membuat kesepakatan pada Selasa malam atau menghadapi serangan bom yang lebih luas.
Baca Juga: Cara China Bantu Iran: Sodorkan Citra Satelit AI yang Ungkap Pangkalan AS di Timur Tengah
Pemimpin Amerika itu sebelumnya telah berjanji untuk memberlakukan tenggat waktu Selasa malam waktu Amerika atau Rabu WIB bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata atau menghadapi serangan luas terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya. Trump menuntut Iran untuk meninggalkan senjata nuklir dan membuka kembali jalur transit minyak Selat Hormuz.
“Seluruh negara dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam,” kata Trump dalam konferensi pers Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/4/2026).
“Saya harap saya tidak perlu melakukannya,” katanya lagi.
Para kritikus mengatakan Trump akan melakukan kejahatan perang jika AS menyerang pembangkit listrik sipil, sebuah poin yang dibantah Trump pada hari Senin.
“Saya tidak khawatir tentang itu. Tahukah Anda apa itu kejahatan perang? Memiliki senjata nuklir,” kata Trump sebelumnya pada hari Senin selama acara Paskah untuk anak-anak di halaman selatan Gedung Putih.
Kepala Pentagon Pete Hegseth mengatakan dalam briefing bahwa volume serangan terbesar sejak hari pertama operasi melawan Iran akan terjadi pada hari Senin dan memperingatkan bahwa hari Selasa akan ada lebih banyak lagi.
Trump, didampingi oleh Hegseth dan penasihat keamanan nasional lainnya, menjelaskan secara rinci operasi AS akhir pekan untuk menyelamatkan seorang pilot jet tempur F-15E Strike Eagle Amerika yang jatuh dan bersembunyi di daerah pegunungan Iran dan lolos dari penangkapan oleh pasukan Iran.
Dia mengatakan pilot tersebut, yang hanya diidentifikasi sebagai "Dude 44 Bravo", terus mendaki lebih tinggi untuk meningkatkan peluang penyelamatan. Dia mengatakan pilot tersebut terlihat bergerak melalui tautan kamera AS yang tidak diketahui. “Itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami,” kata Trump.
Ratusan pasukan Amerika, katanya, terlibat dalam misi pencarian dan penyelamatan dan untuk mencegah Iran menemukannya terlebih dahulu.
Direktur CIA John Ratcliffe, yang bergabung dengan Trump di acara tersebut, mengatakan bahwa badan tersebut telah terlibat dalam "kampanye penipuan" untuk meyakinkan Iran bahwa pilot tersebut berada di tempat lain.
Ratcliffe mengatakan bahwa pada Sabtu pagi, CIA mendapat konfirmasi bahwa "salah satu pilot terbaik dan paling berani Amerika masih hidup dan bersembunyi di celah gunung, masih tak terlihat oleh musuh, tetapi tidak oleh CIA."
Pilot tersebut, yang pesawatnya ditembak jatuh Iran pada hari Jumat, ditemukan pada Minggu pagi.
"Dalam pertunjukan keterampilan dan ketepatan yang menakjubkan, daya hancur dan kekuatan, militer Amerika turun ke daerah tersebut, daerah sebenarnya, terlibat dengan musuh, menyelamatkan perwira yang terperangkap, menghancurkan semua ancaman dan keluar dari wilayah Iran tanpa mengalami korban jiwa sama sekali," kata Trump.
Hegseth mengatakan bahwa pilot yang hilang tersebut menggunakan transponder darurat untuk menunjukkan lokasinya dan pesan pertamanya adalah: "Tuhan itu baik."
Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa pilot yang ditemukan tersebut adalah "penumpang belakang" di pesawat yang jatuh.
“Dalam kasus ini, komitmen mutlak dari penumpang di kursi belakang untuk bertahan hidup telah memungkinkan sebagian besar upaya kami,” kata Caine.
Trump mengatakan, tanpa memberikan bukti, bahwa Amerika Serikat memiliki “banyak penyadapan” dari warga sipil Iran yang mendesak AS untuk tidak berhenti berusaha menggulingkan pemerintah Iran dari kekuasaan.
“Mereka bersedia menderita demi kebebasan,” kata Trump.
Berbicara kepada wartawan sebelumnya di acara Paskah Gedung Putih, Trump mengatakan proposal yang ditawarkan oleh Iran tidak memadai.
“Mereka mengajukan proposal, dan itu proposal yang signifikan. Itu langkah yang signifikan. Tapi itu tidak cukup baik,” kata Trump.
Trump mengatakan konflik lima minggu ini dapat berakhir dengan cepat jika Iran melakukan “apa yang harus mereka lakukan.”
“Mereka harus melakukan hal-hal tertentu. Mereka tahu itu, mereka telah bernegosiasi, saya pikir dengan itikad baik,” katanya.
Trump memperingatkan Teheran bahwa mereka harus membuat kesepakatan pada Selasa malam atau menghadapi serangan bom yang lebih luas.
Baca Juga: Cara China Bantu Iran: Sodorkan Citra Satelit AI yang Ungkap Pangkalan AS di Timur Tengah
Pemimpin Amerika itu sebelumnya telah berjanji untuk memberlakukan tenggat waktu Selasa malam waktu Amerika atau Rabu WIB bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata atau menghadapi serangan luas terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya. Trump menuntut Iran untuk meninggalkan senjata nuklir dan membuka kembali jalur transit minyak Selat Hormuz.
“Seluruh negara dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam,” kata Trump dalam konferensi pers Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/4/2026).
“Saya harap saya tidak perlu melakukannya,” katanya lagi.
Para kritikus mengatakan Trump akan melakukan kejahatan perang jika AS menyerang pembangkit listrik sipil, sebuah poin yang dibantah Trump pada hari Senin.
“Saya tidak khawatir tentang itu. Tahukah Anda apa itu kejahatan perang? Memiliki senjata nuklir,” kata Trump sebelumnya pada hari Senin selama acara Paskah untuk anak-anak di halaman selatan Gedung Putih.
Kepala Pentagon Pete Hegseth mengatakan dalam briefing bahwa volume serangan terbesar sejak hari pertama operasi melawan Iran akan terjadi pada hari Senin dan memperingatkan bahwa hari Selasa akan ada lebih banyak lagi.
Operasi Penyelamatan PilotF-15
Trump, didampingi oleh Hegseth dan penasihat keamanan nasional lainnya, menjelaskan secara rinci operasi AS akhir pekan untuk menyelamatkan seorang pilot jet tempur F-15E Strike Eagle Amerika yang jatuh dan bersembunyi di daerah pegunungan Iran dan lolos dari penangkapan oleh pasukan Iran.
Dia mengatakan pilot tersebut, yang hanya diidentifikasi sebagai "Dude 44 Bravo", terus mendaki lebih tinggi untuk meningkatkan peluang penyelamatan. Dia mengatakan pilot tersebut terlihat bergerak melalui tautan kamera AS yang tidak diketahui. “Itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami,” kata Trump.
Ratusan pasukan Amerika, katanya, terlibat dalam misi pencarian dan penyelamatan dan untuk mencegah Iran menemukannya terlebih dahulu.
Direktur CIA John Ratcliffe, yang bergabung dengan Trump di acara tersebut, mengatakan bahwa badan tersebut telah terlibat dalam "kampanye penipuan" untuk meyakinkan Iran bahwa pilot tersebut berada di tempat lain.
Ratcliffe mengatakan bahwa pada Sabtu pagi, CIA mendapat konfirmasi bahwa "salah satu pilot terbaik dan paling berani Amerika masih hidup dan bersembunyi di celah gunung, masih tak terlihat oleh musuh, tetapi tidak oleh CIA."
Pilot tersebut, yang pesawatnya ditembak jatuh Iran pada hari Jumat, ditemukan pada Minggu pagi.
"Dalam pertunjukan keterampilan dan ketepatan yang menakjubkan, daya hancur dan kekuatan, militer Amerika turun ke daerah tersebut, daerah sebenarnya, terlibat dengan musuh, menyelamatkan perwira yang terperangkap, menghancurkan semua ancaman dan keluar dari wilayah Iran tanpa mengalami korban jiwa sama sekali," kata Trump.
Hegseth mengatakan bahwa pilot yang hilang tersebut menggunakan transponder darurat untuk menunjukkan lokasinya dan pesan pertamanya adalah: "Tuhan itu baik."
Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mengatakan bahwa pilot yang ditemukan tersebut adalah "penumpang belakang" di pesawat yang jatuh.
“Dalam kasus ini, komitmen mutlak dari penumpang di kursi belakang untuk bertahan hidup telah memungkinkan sebagian besar upaya kami,” kata Caine.
"Bersedia Menderita"
Trump mengatakan, tanpa memberikan bukti, bahwa Amerika Serikat memiliki “banyak penyadapan” dari warga sipil Iran yang mendesak AS untuk tidak berhenti berusaha menggulingkan pemerintah Iran dari kekuasaan.
“Mereka bersedia menderita demi kebebasan,” kata Trump.
Berbicara kepada wartawan sebelumnya di acara Paskah Gedung Putih, Trump mengatakan proposal yang ditawarkan oleh Iran tidak memadai.
“Mereka mengajukan proposal, dan itu proposal yang signifikan. Itu langkah yang signifikan. Tapi itu tidak cukup baik,” kata Trump.
Trump mengatakan konflik lima minggu ini dapat berakhir dengan cepat jika Iran melakukan “apa yang harus mereka lakukan.”
“Mereka harus melakukan hal-hal tertentu. Mereka tahu itu, mereka telah bernegosiasi, saya pikir dengan itikad baik,” katanya.
(mas)
Lihat Juga :