Tak Ingin Asetnya Jadi Target Iran, AS Larang Planet Labs Sebarkan Citra Satelit Wilayah Timur Tengah

Senin, 06 April 2026 - 22:20 WIB
loading...
Tak Ingin Asetnya Jadi...
Tak ingin asetnya jadi target Iran, AS larang Planet Labs sebarkan citra satelit wilayah Timur Tengah. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Pemerintah AS telah menekan perusahaan pencitraan satelit Planet Labs untuk berhenti menerbitkan foto-foto Timur Tengah.

Perusahaan tersebut mengatakan akan menerapkan "penangguhan citra tanpa batas waktu" untuk gambar yang diambil mulai 9 Maret dan seterusnya, setidaknya hingga konflik AS-Israel dengan Iran berakhir, dengan alasan permintaan Gedung Putih. Pelanggan Planet Labs diberitahu tentang perubahan kebijakan tersebut melalui email minggu lalu.

Citra milik perusahaan tersebut telah banyak digunakan oleh jurnalis dan analis intelijen sumber terbuka (OSINT) untuk memverifikasi serangan dan kerusakan di kedua pihak. Ini termasuk lokasi seperti Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, yang digunakan oleh pasukan AS, dan Bandara Internasional Mehrabad di Teheran.

Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini mengoperasikan jaringan satelit mikro yang besar dan memiliki kontrak dengan beberapa lembaga pemerintah AS di luar sektor pertahanan.



Sebelumnya dalam konflik tersebut, perusahaan ini memperkenalkan penundaan 96 jam sebelum merilis citra Timur Tengah, kemudian memperpanjang penundaan tersebut menjadi 14 hari, konon untuk membatasi potensi penggunaan militer. Di bawah sistem baru ini, perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka mungkin masih merilis citra tertentu dalam kasus-kasus yang dianggap melayani kepentingan publik.

Masih belum jelas apakah perusahaan satelit komersial lainnya – termasuk Vantor (sebelumnya Maxar Technologies) dan BlackSky Technology – akan menerapkan pembatasan serupa.

Konflik ini berisiko meningkat lebih lanjut pada hari Selasa. Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan akan adanya serangan skala besar yang menargetkan pembangkit listrik Iran dan infrastruktur sipil lainnya kecuali Teheran mematuhi tuntutan AS dan mengizinkan navigasi bebas melalui Selat Hormuz.

Para pejabat Iran telah menanggapi dengan menunjukkan sikap menantang, bersikeras bahwa setiap resolusi bergantung pada penarikan pasukan lawan dan pemberian kompensasi. Teheran diperkirakan akan mengintensifkan serangan terhadap sekutu AS di kawasan tersebut jika serangan yang diancamkan berlanjut.

Di luar kekerasan langsung, perang ini telah memicu konsekuensi ekonomi global. Gangguan terhadap aliran minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia mendorong kenaikan harga energi, sementara rantai pasokan untuk barang-barang penting, termasuk pupuk dan mikrochip, telah terganggu.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved