Iran Klaim Misi Penyelamatan Pilot AS Jadi Kedok untuk Mencuri Uranium

Senin, 06 April 2026 - 19:10 WIB
loading...
A A A
Misi penyelamatan Amerika menghadapi tantangan besar di belakang garis musuh. Komando militer gabungan Iran mengklaim telah menyerang dua helikopter Black Hawk AS yang ikut serta dalam operasi tersebut.

Seseorang yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kedua helikopter tersebut mampu menavigasi ke wilayah udara yang aman, meskipun tidak jelas apakah mereka mendarat atau apakah anggota kru terluka. Orang tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membahas informasi sensitif.

Kemudian, militer AS terpaksa mendatangkan pesawat tambahan untuk menyelesaikan penyelamatan anggota layanan kedua karena kerusakan teknis, menurut seorang pejabat intelijen regional yang diberi pengarahan tentang misi tersebut. Pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas misi rahasia itu, mengatakan bahwa AS meledakkan dua pesawat angkut yang terpaksa ditinggalkan karena kecelakaan tersebut.

Televisi pemerintah Iran pada hari Minggu menayangkan video yang diklaim sebagai bagian dari pesawat AS yang ditembak jatuh oleh pasukan Iran, bersama dengan foto asap hitam tebal yang mengepul. Penyiar tersebut mengatakan Iran telah menembak jatuh sebuah pesawat angkut dan dua helikopter yang merupakan bagian dari operasi penyelamatan.

Komando militer gabungan Iran mengatakan pesawat yang hancur termasuk dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk di provinsi Isfahan, tempat penyelamatan berlangsung.

“Fakta bahwa kita mampu melakukan kedua operasi ini, tanpa SATU pun warga Amerika yang tewas, atau bahkan terluka, sekali lagi membuktikan bahwa kita telah mencapai Dominasi dan Keunggulan Udara yang luar biasa di langit Iran,” kata Trump di media sosial.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved