Prancis Kerahkan Hampir Selusin Kapal Perang, Isyaratkan Akan Buka Selat Hormuz

Jum'at, 03 April 2026 - 08:08 WIB
loading...
Prancis Kerahkan Hampir...
Prancis kerahkan hampir selusin kapal perang, termasuk kelompok serang kapal induk, ke Laut Mediterania, Laut Merah, dan berpotensi ke Selat Hormuz. Foto/The Arab Weekly
A A A
PAPHOS - Prancis mengerahkanhampirselusin kapal perang, termasuk kelompok serang kapal induknya, ke Laut Mediterania, Laut Merah, dan juga berpotensi ke Selat Hormuz—yang sekarang ditutup sebagian oleh Iran.

Pengerahan aset-aset tempur itu sebagai bagian dari dukungan pertahanan Paris kepada sekutunya yang terancam oleh perang AS-Israel melawan Iran di Timur Tengah.

Bacaa Juga: Inggris Bentuk Koalisi 35 Negara untuk Buka Selat Hormuz

Berbicara di Siprus sebelum mengunjungi kapal induk Charles de Gaulle, yang tiba akhir pekan ini di Mediterania timur, Presiden Prancis Emmanuel Macron berusaha meyakinkan rekan sejawatnya dari Siprus setelah drone dicegat ketika menuju pulau itu pada pekan lalu.

"Ketika Siprus diserang, maka Eropa juga diserang," kata Macron setelah bertemu dengan Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di Paphos, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (3/4/2026).

Negara-negara Eropa sebagian besar telah menjauhkan diri dari perang AS-Israel melawan Iran, yang berdampak ke negara-negara Arab Teluk dan menyeret Lebanon ke garis depan setelah kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, ikut menyerang Israel.

Namun, dengan jalur pelayaran di Timur Tengah yang terpengaruh dan harga minyak yang melonjak jauh di atas USD100 per barel, kekuatan-kekuatan Eropa bergulat dengan masalah bagaimana mempertahankan kepentingan mereka.

"Tujuan kami adalah untuk mempertahankan sikap defensif yang ketat, berdiri bersama semua negara yang diserang oleh Iran dalam pembalasannya, untuk memastikan kredibilitas kami, dan untuk berkontribusi pada de-eskalasi regional. Pada akhirnya, kami bertujuan untuk menjamin kebebasan navigasi dan keamanan maritim," kata Macron.

Aktivitas Angkatan Laut utama Uni Eropa di kawasan tersebut berpusat pada Aspides—Perisai dalam bahasa Yunani—sebuah misi Angkatan Laut Laut Merah yang diluncurkan pada awal tahun 2024 untuk melindungi kapal dari serangan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran.

"Saya juga akan menambahkan suara saya kepada rekan-rekan Eropa saya yang lain untuk memperkuat operasi Aspides dengan lebih banyak kapal," kata Mitsotakis.

"Hanya sedikit dari kita yang berpartisipasi, tetapi di sini juga kita perlu menunjukkan solidaritas Eropa kita secara lebih praktis," ujarnya.

Macron, yang Angkatan Laut Prancis sudah menyediakan satu kapal perang untuk misi tersebut, mengatakan akan ada dua kapal secara total, tetapi secara keseluruhan Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.

Misi itu, kata Macron, pada akhirnya dapat mencakup Selat Hormuz untuk mendukung kapal-kapal komersial.

"Kami sedang dalam proses membentuk misi yang murni bersifat defensif, murni bersifat pengawal, yang harus dipersiapkan bersama dengan negara-negara Eropa dan non-Eropa, dan tujuannya adalah untuk memungkinkan, sesegera mungkin setelah fase paling intens dari konflik berakhir, pengawalan kapal kontainer dan tanker untuk secara bertahap membuka kembali Selat Hormuz," kata Macron, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Berita Terkini
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved