Menhan Hegseth Minta Jenderal Top Angkatan Darat AS Mundur di Tengah Perang Iran, Ada Apa?

Jum'at, 03 April 2026 - 07:14 WIB
loading...
Menhan Hegseth Minta...
Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy George tiba-tiba diminta mengundurkan diri oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth ketika perang AS-Israel melawan Iran memasuki minggu kelima. Foto/ABC7
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth telah meminta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan segera pensiun. Seruan ini muncul di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang sudah memasuki minggu kelima.

"Jenderal Randy A. George akan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 mulai berlaku segera," kata juru bicara Pentagon Sean Parnell dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari ABC7, Jumat (3/4/2026).

Baca Juga: Militer Israel Nyaris Runtuh karena Perang Multi-Front, Jenderal Tertinggi Zionis Kibarakan 10 Bendera Merah

"Departemen Perang berterima kasih atas pengabdian Jenderal George selama puluhan tahun kepada bangsa kita. Kami mendoakan yang terbaik untuk masa pensiunnya," lanjut Parnell, menggunakan nama lain dari Departemen Pertahanan.

Kepala Staf Angkatan Darat biasanya menjabat selama empat tahun. George mengambil peran sebagai jenderal tertinggi Angkatan Darat (AD) tersebut pada tahun 2023, dinominasikan oleh Presiden Joe Biden saat itu, dan semestinya berada di posisi itu hingga tahun 2027.

Kepergiannya menandai perubahan lain yang dilakukan Hegseth terhadap para perwira senior yang menjabat sebagai anggota Kepala Staf Gabungan ketika dia menjadi Menteri Pertahanan. Hegseth telah memecat atau menyingkirkan lebih dari selusin laksamana atau jenderal.

Hegseth sebelumnya telah mencopot Jenderal CQ Brown sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan dan Laksamana Lisa Franchetti sebagai Kepala Operasi Angkatan Laut.

George sebelumnya menjabat sebagai ajudan militer senior Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan telah dirumorkan akan dicopot dari jabatannya selama lebih dari setahun, kata para pejabat AS.

Seorang pejabat pertahanan mengatakan kepada ABC News bahwa Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Christopher LaNeve akan beralih menjadi kepala staf sementara, yang merupakan suksesi komando normal dan alasan mengapa ada dua jenderal bintang empat yang menjabat di dua posisi teratas Angkatan Darat. Suksesi tersebut dipicu ketika kepala staf tidak mampu menjalankan tugasnya atau diberhentikan dari jabatannya.

"Wakil kepala staf yang mengambil peran tersebut adalah tindakan yang diharapkan dan tepat," kata pejabat pertahanan tersebut.

LaNeve sebelumnya adalah ajudan militer senior Hegseth.

George adalah seorang perwira infanteri, awalnya bergabung dengan Angkatan Darat pada tahun 1982 sebelum mendapatkan pangkat perwira di West Point pada tahun 1988. Dia telah memegang posisi komando di beberapa unit tempur darat utama Angkatan Darat, termasuk Tim Tempur Brigade Lintas Udara ke-173 dan Divisi Infanteri ke-4.

Selama masa jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, dia mengawasi upaya untuk mentransisikan Angkatan Darat dari era Perang Global Melawan Terorisme ke kekuatan yang dibangun untuk berperang dalam konflik skala besar, seperti melawan China, dan berinvestasi besar-besaran dalam teknologi drone, sistem senjata jarak jauh, dan jalur manufaktur Angkatan Darat.

Dia juga mengkonsolidasikan berbagai bagian Angkatan Darat, mengurangi jumlah staf, dan mengecilkan jumlah jenderal yang dimiliki angkatan tersebut, dengan tujuan menciptakan kekuatan yang lebih gesit.

George ditegur, yang pada dasarnya merupakan teguran publik di Angkatan Darat, saat menjabat sebagai komandan brigade di Afghanistan pada tahun 2009 karena perannya dalam mengawasi Pos Tempur Keating—sebuah pangkalan Amerika kecil dan terpencil yang hampir dikuasai oleh Taliban dan dihancurkan oleh AS.

Delapan warga Amerika tewas dalam serangan itu dan dua tentara dianugerahi Medali Kehormatan. Pertempuran tersebut digambarkan dalam film "The Outpost."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved