AS Bombardir Jembatan Tertinggi Iran usai Ancam Kembalikan Teheran ke Zaman Batu

Jum'at, 03 April 2026 - 06:53 WIB
loading...
AS Bombardir Jembatan...
Militer AS bombardir jembatan tertinggi di Iran, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump ancam kembalikan Iran ke Zaman Batu. Foto/Screenshot video Al Jazeera
A A A
TEHERAN - Militer Amerika Serikat (AS) telah membombardir jembatan tertinggi di Iran hingga hancur pada hari Kamis. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom negara Islam itu hingga kembali ke Zaman Batu.

Trump mengunggah rekaman pengeboman tersebut di media sosial, yang menunjukkan asap mengepul dari jembatan B1 di Karaj, sekitar 35 kilometer barat daya Teheran.

Baca Juga: Inggris Bentuk Koalisi 35 Negara untuk Buka Selat Hormuz

Dia memperingatkan bahwa akan ada kehancuran lebih lanjut kecuali Iran mau bernegosiasi untuk mengakhiri perang lima minggu tersebut.

“Jembatan terbesar di Iran runtuh, tidak akan pernah digunakan lagi—Masih banyak lagi yang akan menyusul! SUDAH SAATNYA IRAN MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLAMBAT, DAN TIDAK AKAN ADA YANG TERSISA DARI APA YANG MASIH BISA MENJADI NEGARA YANG HEBAT!” tulis Trump di media sosial, yang dikutip AFP, Jumat (3/4/2026).

Stasiun televisi pemerintah Iran sebelumnya melaporkan dua serangan AS-Israel di jembatan tersebut.

“Beberapa menit yang lalu, musuh Amerika-Zionis sekali lagi menargetkan jembatan B1 di Karaj,” bunyi siaran televisi tersebut, menambahkan bahwa serangan awal telah menyebabkan dua korban sipil.

Disebutkan bahwa serangan selanjutnya terjadi ketika tim darurat dikerahkan ke lokasi untuk membantu korban serangan pertama.

Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan bahwa delapan orang tewas dan 95 lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Sebagai respons, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan: “Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa warga Iran untuk menyerah.”

“Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau. Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali lebih kuat. Yang tidak akan pernah pulih: kerusakan pada reputasi Amerika,” tulisnya di X.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa jembatan itu menjadi sasaran karena digunakan oleh militer Iran untuk secara diam-diam mengangkut rudal dan komponen dari Teheran ke lokasi peluncuran di Iran barat, serta untuk memberikan dukungan logistik bagi militer Iran di ibu kota.

Jembatan B1, yang masih dalam pembangunan, dianggap sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah menurut media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, dengan kolom setinggi 447 kaki (136 meter).

Trump sebelumnya menyampaikan pidato pada hari Rabu, di mana dia berpendapat bahwa perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari hampir berakhir—bahkan ketika dia mengancam akan membombardir Iran dengan sangat keras jika negara itu tidak tunduk pada tuntutannya.

"Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada," katanya dalam pidato nasionalnya mengenai perang tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved