Militer Iran Tetap Kuat dan Canggih, IRGC Serang Pabrik Baja Terkait AS di Teluk

Kamis, 02 April 2026 - 20:30 WIB
loading...
Militer Iran Tetap Kuat...
Rudal-rudal yang diluncurkan Iran sebagai balasan atas serangan AS dan Israel terlihat di langit Yerusalem, pada 24 Maret 2026. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency
A A A
TEHERAN - Kemampuan militer Iran masih kuat di tengah gempuran Amerika Serikat (AS) dan Israel. Penilaian itu diungkap Andreas Krieg di King's College London.

“Terlepas dari retorika AS yang menyatakan sebaliknya, kemampuan militer Iran yang tersisa masih cukup signifikan," kata Andreas Krieg kepada Al Jazeera.

Dia menambahkan bahwa Iran telah mempertahankan beberapa persenjataan paling canggihnya.

"Kita masih jauh dari situasi di mana Iran tidak mampu menembakkan proyektil ke Teluk, atau bahkan ke Israel," ungkap Krieg.

Bahkan, Iran "sebenarnya mampu mengenai target dengan jauh lebih tepat" karena memburuknya sistem pertahanan.

Sementara itu di Selat Hormuz, Eropa dan Inggris telah menyadari AS "bukan lagi mitra yang dapat diandalkan".

"Tidak ada cara militer untuk memaksa pintu ini terbuka," kata Krieg. "Solusi apa pun harus berupa solusi diplomatik ... dengan atau tanpa Amerika."

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan serangan terbarunya terhadap fasilitas di Teluk 'adalah satu peringatan'.

IRGC mengklaim telah menargetkan fasilitas baja yang terkait dengan AS di wilayah Teluk.

Dalam pernyataan yang diedarkan media Iran, IRGC mengatakan telah menyerang lokasi baja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dan fasilitas aluminium di Bahrain, menyusul serangan sebelumnya pada akhir pekan.

“Serangan ini adalah peringatan, dan jika serangan terhadap industri Iran diulangi, respons selanjutnya akan jauh lebih menyakitkan dengan menyerang infrastruktur utama rezim pendudukan dan industri ekonomi Amerika di wilayah tersebut,” tambah pernyataan itu.

IRGC telah mengancam akan menyerang infrastruktur yang terkait atau dimiliki AS di Teluk beberapa kali sejak awal perang.

Baca juga: Sambut Pidato Trump, Iran Luncurkan Salvo Rudal Terbesar ke Arah Israel sejak Awal Perang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved