Viral, Jet Tempur F-15 AS Gagal Cegat Drone Shahed Iran di Langit Irak

Kamis, 02 April 2026 - 14:54 WIB
loading...
Viral, Jet Tempur F-15...
Sebuah video viral menunjukkan jet tempur F-15 AS gagal mencegat drone Shahed Iran di wilayah udara Irak. Foto/Money Control
A A A
BAGHDAD - Sebuah video viral menunjukkan jet tempur F-15 Amerika Serikat (AS) gagal mencegat drone Shahed Iran di atas wilayah Irak. Drone tersebut kemudian menghantam fasilitas minyak.

Belum bisa diverifikasi kapan insiden tersebut terjadi, namun video tersebut ramai dibagikan akun-akun pro-Iran di X pada Kamis (2/4/2026). Video ini telah memicu perdebatan tentang efektivitas jet tempur mahal melawan drone murah.

Baca Juga: Inggris Bentuk Koalisi 35 Negara untuk Buka Selat Hormuz

Menurut laporan Asianet, video tersebut menangkap pengejaran udara berkecepatan tinggi di wilayah udara Irak, diikuti oleh ledakan besar di darat dan kepulan asap. Insiden tersebut diyakini terkait dengan serangan drone yang menargetkan fasilitas minyak milik Inggris di Erbil, di wilayah Kurdistan Irak, yang dilaporkan terbakar setelah serangan tersebut.

Klip viral tersebut telah diperkuat oleh saluran pro-Iran, yang mengeklaim bahwa jet tempur canggih AS tidak mampu mencegat drone Shahed Iran. Salah satu unggahan yang banyak dibagikan berbunyi: “Jet tempur Amerika Serikat senilai USD80 juta vs drone murah Iran—dan drone tetap menang. Shahed Iran menghindari F-15 AS di atas Irak, menyerang di dekat fasilitas Castrol di Erbil. Dominasi kekuatan udara runtuh menjadi asimetri.”

Namun, klaim ini tetap belum terverifikasi. Baik Amerika Serikat maupun sekutunya belum secara resmi mengonfirmasi keaslian video atau detail seputar dugaan kegagalan pencegatan tersebut.

Drone yang terlibat insiden ini dilaporkan sebagai bagian dari seri Shahed Iran, yang dikenal relatif murah namun semakin efektif dalam skenario pertempuran. Drone semacam itu telah menjadi fitur utama strategi militer Iran, memungkinkan mereka untuk melakukan serangan jarak jauh tanpa mengerahkan pesawat yang mahal.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut, di mana peperangan drone telah menjadi aspek penting dari konflik yang sedang berlangsung antara AS-Israel dengan Iran. Dalam beberapa minggu terakhir, beberapa serangan drone Iran telah menargetkan instalasi-instalasi penting, termasuk pangkalan militer, infrastruktur minyak, dan situs diplomatik, yang menggarisbawahi ancaman yang semakin besar yang ditimbulkan oleh sistem nirawak.

Para pakar mengatakan bahwa kejadian ini—jika dikonfirmasi—menyoroti pergeseran yang lebih luas dalam peperangan modern, di mana drone yang lebih murah dan sekali pakai dapat menantang jet tempur yang sangat canggih dan mahal. Ketidakseimbangan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan analis militer tentang masa depan superioritas udara dan kebutuhan akan sistem anti-drone yang canggih.

Meskipun video viral tersebut terus beredar, ini juga menggarisbawahi peran peperangan informasi, dengan narasi yang bersaing membentuk persepsi publik tentang hasil pertempuran. Karena ketegangan antara AS dan Iran tetap tinggi, insiden semacam itu kemungkinan akan memicu penilaian ulang strategis dan pertempuran propaganda dalam konflik yang sedang berlangsung.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved