Pidato Trump Sebut Harga Bensin Naik karena Serangan Gila-gilaan Iran

Kamis, 02 April 2026 - 10:32 WIB
loading...
Pidato Trump Sebut Harga...
Presiden AS Donald Trump sampaikan pidato nasional pada Rabu malam waktu Washington, di mana dia janjikan perang melawan Iran segera berakhir. Foto/ABC7 News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dalam pidato nasional pada Rabu malam waktu Washington bahwa militer AS hampir menyelesaikan tujuan perangnya melawan Iran. Dia juga menyalahkan serangan Teheran terhadap kapal tanker minyak global sebagai penyebab melonjaknya harga bensin.

AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari dengan membombardir Iran yang menyebabkan banyak korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei. Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap wilayah Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer Amerika.

Baca Juga: Negara NATO Ini Tolak Pinjaman Sistem Patriot untuk Bantu AS Tangkis Rudal Iran

Trump mengatakan perang tersebut akan segera berakhir. Dia telah menghadapi publik Amerika yang memprotes perang dan approval ratings yang menurun.

Menurut Trump, AS telah menghancurkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Iran, serta melumpuhkan program rudal balistik dan nuklir negara Islam tersebut.

Dia menambahkan bahwa AS akan terus menyerang target di Republik Islam selama dua hingga tiga minggu ke depan.

“Malam ini, saya senang mengatakan bahwa tujuan strategis inti ini hampir selesai,” katanya, seperti dikutip Reuters, Kamis (2/4/2026).

“Kita akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan kita akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kita sudah sangat dekat," katanya lagi.

Trump dan para penasihatnya telah memberikan penjelasan dan jadwal yang berubah-ubah untuk konflik tersebut, yang kini memasuki minggu kelima.

Beberapa sekutu mendesak presiden untuk meredakan kekhawatiran yang semakin meningkat di kalangan warga Amerika, yang sebagian besar menentang konflik tersebut dan kesal dengan kenaikan harga bensin akibat gangguan pasokan minyak global.

Presiden Trump secara singkat menanggapi kekhawatiran tersebut, dengan mengatakan bahwa harga bensin akan kembali turun. Dia secara khusus tidak memberikan komitmen pada jadwal apa pun untuk mengakhiri perang, dan mengatakan AS akan mulai menyerang target energi dan minyak jika dianggap tepat, meskipun dia mengatakan bahwa akhir perang sudah dekat.

“Banyak warga Amerika prihatin melihat kenaikan harga bensin baru-baru ini di dalam negeri. Kenaikan jangka pendek ini sepenuhnya merupakan akibat dari serangan teror gila-gilaan rezim Iran terhadap kapal tanker minyak komersial negara-negara tetangga yang tidak ada hubungannya dengan konflik tersebut,” kata Trump.

Trump tidak secara langsung membahas NATO, meskipun sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan Reuters dia mengatakan akan menyatakan kekecewaannya terhadap aliansi tersebut karena menurutnya kurangnya dukungan terhadap tujuan AS di Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Berita Terkini
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved