Tidak Semudah Itu bagi Trump untuk Akhiri Perang Lawan Iran

Rabu, 01 April 2026 - 10:30 WIB
loading...
Tidak Semudah Itu bagi...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan operasi militer AS terhadap Iran akan berakhir dalam dua hingga tiga pekan, tidak mungkin perang akan segera berakhir dan Selat Hormuz tiba-tiba dibuka kembali. Pendapat itu diungkap seorang pakar kebijakan luar negeri Iran.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Trita Parsi dari Quincy Institute mengatakan, “Iran akan terus mengendalikan Selat Hormuz, dan mungkin akan terus menembakinya.”

“Saya rasa tidak semudah itu bagi Trump untuk begitu saja mengakhiri konflik,” kata Parsi.

Ia mencatat Trump “berusaha menciptakan narasi keberhasilan” dengan mengatakan pembukaan selat bukanlah bagian dari tujuan AS dalam perang melawan Iran.

Namun Parsi menambahkan presiden juga menunjukkan kekecewaannya kepada Eropa karena tidak bersedia membantunya membuka kembali jalur air penting tersebut.

“AS memiliki angkatan laut terbesar dan terkuat di dunia. Jika AS tidak dapat melakukannya, apa bedanya jika Prancis dan negara-negara Eropa lainnya ikut campur?” kata Parsi.

“Melihat negara-negara Eropa tidak mau menjadi bagian dari kekacauan ini, dia menyerang mereka, dengan mengatakan, ‘Lihat, AS tidak membutuhkan Selat Hormuz, kalianlah yang menderita akibatnya, dan sebagai hasilnya, kalian harus menanganinya sendiri.’”

Parsi juga mengatakan ia melihat “Israelisasi” tujuan Trump seiring berjalannya operasi.

“Fakta bahwa dia mengatakan ingin mengirim orang Iran kembali ke Zaman Batu pada dasarnya adalah Israelisasi tujuan perang Amerika di sini,” papar dia.

Trump mengatakan perubahan rezim di Iran bukanlah tujuan AS, dan AS dapat menyelesaikan kampanyenya di Iran dalam dua hingga tiga pekan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membenarkan kepada Al Jazeera bahwa telah terjadi pertukaran pesan dengan AS, tetapi menegaskan Teheran tidak sedang bernegosiasi dengan Washington.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan AS "bernegosiasi dengan bom," seraya mendesak Iran membuat kesepakatan perdamaian atau menghadapi peningkatan serangan.

Baca juga: Menlu Iran: Kami Tidak akan Terima Gencatan Senjata, Hanya Akhiri Perang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved