Iran Ciptakan Tol Hormuz, AS dan Negara-negara Arab Berusaha Melawan
Selasa, 31 Maret 2026 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Lalu lintas pengiriman telah anjlok dari sekitar 140 kapal per hari menjadi hanya 2-4. Tarif asuransi telah meroket, dan ribuan pelaut kini terdampar.
Iran secara terbuka mengancam akan menerapkan "sistem tol" permanen — pada dasarnya mengenakan biaya kepada negara-negara untuk jalur aman — sebuah langkah yang oleh Rubio dan AS dicap sebagai pembajakan yang tidak dapat diterima oleh aktor negara.
Houthi, Kelompok militan yang didukung Iran di Yaman juga menargetkan jalur pelayaran Laut Merah.
Bahrain — rumah bagi Armada ke-5 Angkatan Laut AS dan sekutu utama Teluk — telah memimpin di PBB.
Bahrain telah mengedarkan rancangan resolusi berdasarkan Bab VII Piagam PBB yang mengizinkan “segala cara yang diperlukan” (termasuk potensi kekuatan angkatan laut) untuk memulihkan navigasi bebas.
Inisiatif ini telah mendapat dukungan dari negara-negara Teluk, AS, dan koalisi 22 negara, termasuk mitra Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
Rubio menekankan bahwa AS tidak berupaya memimpin koalisi tetapi sepenuhnya siap untuk berpartisipasi — terutama dalam fase pasca-konflik.
Apa pesan yang hendak disampaikan? Ekonomi utama dunia, bukan rezim Iran, yang akan memutuskan siapa yang berlayar di laut.
Iran secara terbuka mengancam akan menerapkan "sistem tol" permanen — pada dasarnya mengenakan biaya kepada negara-negara untuk jalur aman — sebuah langkah yang oleh Rubio dan AS dicap sebagai pembajakan yang tidak dapat diterima oleh aktor negara.
Houthi, Kelompok militan yang didukung Iran di Yaman juga menargetkan jalur pelayaran Laut Merah.
Bahrain — rumah bagi Armada ke-5 Angkatan Laut AS dan sekutu utama Teluk — telah memimpin di PBB.
Bahrain telah mengedarkan rancangan resolusi berdasarkan Bab VII Piagam PBB yang mengizinkan “segala cara yang diperlukan” (termasuk potensi kekuatan angkatan laut) untuk memulihkan navigasi bebas.
Inisiatif ini telah mendapat dukungan dari negara-negara Teluk, AS, dan koalisi 22 negara, termasuk mitra Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
Rubio menekankan bahwa AS tidak berupaya memimpin koalisi tetapi sepenuhnya siap untuk berpartisipasi — terutama dalam fase pasca-konflik.
Apa pesan yang hendak disampaikan? Ekonomi utama dunia, bukan rezim Iran, yang akan memutuskan siapa yang berlayar di laut.
Lihat Juga :