Gelar Perang Multi-front, Tentara Israel Mengalami Kelelahan dan Terus Melemah

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:30 WIB
loading...
Gelar Perang Multi-front,...
Tentara Israel mengalami keklelahan dan terus melemah karena perang multifront. Foto/X
A A A
TEL AVIV - Militer Israel menghadapi krisis tenaga kerja yang semakin dalam karena mengerahkan pasukan di berbagai front, dengan para pejabat senior memperingatkan tentang kekurangan pasukan yang parah, meningkatnya tekanan operasional, dan risiko keruntuhan internal.

Juru bicara militer Effie Defrin memperkirakan bahwa tentara kekurangan sekitar 15.000 tentara, termasuk antara 7.000 dan 8.000 pasukan tempur, karena misi meluas di beberapa arena.

“Tentara mengalami kekurangan sekitar 15.000 tentara, termasuk 7.000 hingga 8.000 pejuang,” katanya dilansir Anadolu. Dia menambahkan bahwa bala bantuan sangat dibutuhkan di Lebanon, Gaza, Tepi Barat, dan Suriah,

Peringatan ini muncul ketika Kepala Staf Eyal Zamir memberikan penilaian yang suram tentang kesiapan tempur tentara.

Menurut laporan media, Zamir mengatakan kepada Kabinet Keamanan Israel bahwa militer sedang mengangkat “10 bendera merah,” memperingatkan bahwa pasukan cadangan “tidak akan bertahan” di bawah tekanan saat ini.

“Tentara sedang menuju keruntuhan internal mengingat kegagalan pemerintah untuk mengesahkan undang-undang terkait wajib militer Haredi, mengatur layanan cadangan, dan memperpanjang wajib militer,” ia memperingatkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved