Pendapatan Minyak Harian Iran Berlipat Ganda di Tengah Agresi AS-Israel, Bagaimana Bisa?:

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:10 WIB
loading...
Pendapatan Minyak Harian...
Pendapatan minyak harian Iran berlipat ganda di tengah agresi AS dan Israel. Foto/Press TV
A A A
TEHERAN - Iran dilaporkan telah menggandakan pendapatan minyak hariannya sejak akhir Februari, memanfaatkan tekanan agresi AS-Israel yang sedang berlangsung menjadi keuntungan finansial strategis.

Menurut analisis terbaru oleh The Economist, seiring agresi memasuki minggu kelima, lanskap geopolitik telah bergeser secara dramatis di sektor energi.

Blokade efektif Selat Hormuz—titik rawan yang biasanya dilalui sekitar 15% pasokan minyak dunia—telah menyebabkan penurunan pendapatan bagi monarki Teluk Persia sekaligus meningkatkan kas Teheran.

Data yang dikutip oleh The Economist menunjukkan bahwa Iran saat ini mengekspor antara 2,4 dan 2,8 juta barel per hari (bpd), yang terdiri dari 1,5 hingga 1,8 juta bpd minyak mentah dan sisanya berupa kondensat.

Dengan pasokan global yang semakin ketat akibat ketidakstabilan, harga minyak telah melonjak, dan Iran telah memanfaatkan pergeseran tersebut.

Para analis mencatat bahwa mesin minyak Teheran telah menunjukkan ketahanan yang signifikan, beradaptasi dengan permusuhan dan sanksi yang sedang berlangsung untuk mempertahankan operasinya.



China tetap menjadi tujuan utama, menyerap lebih dari 90% ekspor Iran.

Kilang-kilang kecil dan independen dilaporkan membeli minyak mentah Iran dengan harga mendekati patokan minyak mentah Brent.

Dalam pergeseran yang mencolok dari tahun-tahun sebelumnya ketika minyak Iran diperdagangkan dengan diskon besar karena sanksi, komoditas tersebut sekarang dijual dengan harga premium.

Para ekonom berpendapat bahwa dinamika ini telah memberikan Teheran kekuatan finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya selama periode tekanan militer dan ekonomi yang intens dari Amerika Serikat dan Israel.

Para pengamat menunjukkan perkembangan ini sebagai contoh ketahanan dan adaptasi strategis, yang memungkinkan Republik Islam untuk mengurangi dampak ancaman imperialis meskipun ada upaya untuk mengisolasi sektor energinya.

Agresi kriminal AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan mantan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan para pejabat serta komandan senior Iran.

Angkatan bersenjata Iran telah merespons dengan meluncurkan operasi rudal dan drone hampir setiap hari yang menargetkan lokasi di wilayah pendudukan Israel serta pangkalan dan aset militer AS di seluruh wilayah tersebut.

Iran juga telah memblokir Selat Hormuz untuk kapal tanker minyak dan gas yang berafiliasi dengan musuh dan mereka yang bekerja sama dengan mereka.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
Berita Terkini
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved