9 Demo Terbesar dalam Sejarah AS: 'No Kings' Pecah Rekor 8 Juta Demonstran dalam Sehari
Senin, 30 Maret 2026 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
Demo besar ini berdampak tekanan besar terhadap pemerintah untuk mengakhiri Perang Vietnam dan perubahan opini publik AS.
Protes yang diikuti ribuan hingga puluhan ribu ini pecah tahun 2011, dipicu oleh kombinasi krisis ekonomi, ketidakpuasan terhadap sistem keuangan, dan kemarahan publik terhadap ketimpangan yang semakin tajam di Amerika Serikat. Demo ini juga muncul di Eropa dan negara-negara lain sebagai solidaritas.
Akar utamanya adalah krisis global 2008 yang dipicu runtuhnya sektor perbankan dan pasar properti, di mana jutaan orang kehilangan pekerjaan, rumah akibat penyitaan/mortgage crisis, dan tabungan.
Namun di saat yang sama, bank-bank besar justru diselamatkan pemerintah melalui bailout.
Slogan paling ikonik dari gerakan ini adalah: “We are the 99%”. Maknanya: 1% orang terkaya menguasai sebagian besar kekayaan, sedangkan 99% lainnya menghadapi stagnasi upah, utang, dan biaya hidup tinggi.
Tuntutan utama:
•Pengurangan ketimpangan ekonomi
•Pajak lebih tinggi untuk orang kaya
•Regulasi ketat terhadap sektor keuangan
Demo ini telah mengubah narasi global tentang kesenjangan ekonomi.
Dalam tragedi tersebut, 17 orang tewas—siswa dan staf sekolah. Pelaku penembakan adalah mantan siswa.
Peristiwa ini memicu kemarahan nasional, tetapi yang membedakan adalah para siswa yang selamat langsung memimpin gerakan protes. Tokoh-tokoh pelajar seperti Emma González, David Hogg, dan lainnya menjadi wajah gerakan.
Demo "March for Our Lives" diikuti hingga 2 juta orang, dengan sekitar 800.000 orang di Washington DC.
Tuntutan utama:
•Reformasi hukum senjata
•Pembatasan akses senjata api
•Keamanan sekolah
Demo ini berdampak pada pengetatan aturan senjata di beberapa negara bagian AS, namun di tingkat federal, perubahan besar masih terhambat oleh polarisasi politik.
8. Occupy Wall Street 2011
Demo yang terkenal dengan jargon “We Are the 99%” ini dimulai di New York dan menyebar ke seluruh wilayah AS.Protes yang diikuti ribuan hingga puluhan ribu ini pecah tahun 2011, dipicu oleh kombinasi krisis ekonomi, ketidakpuasan terhadap sistem keuangan, dan kemarahan publik terhadap ketimpangan yang semakin tajam di Amerika Serikat. Demo ini juga muncul di Eropa dan negara-negara lain sebagai solidaritas.
Akar utamanya adalah krisis global 2008 yang dipicu runtuhnya sektor perbankan dan pasar properti, di mana jutaan orang kehilangan pekerjaan, rumah akibat penyitaan/mortgage crisis, dan tabungan.
Namun di saat yang sama, bank-bank besar justru diselamatkan pemerintah melalui bailout.
Slogan paling ikonik dari gerakan ini adalah: “We are the 99%”. Maknanya: 1% orang terkaya menguasai sebagian besar kekayaan, sedangkan 99% lainnya menghadapi stagnasi upah, utang, dan biaya hidup tinggi.
Tuntutan utama:
•Pengurangan ketimpangan ekonomi
•Pajak lebih tinggi untuk orang kaya
•Regulasi ketat terhadap sektor keuangan
Demo ini telah mengubah narasi global tentang kesenjangan ekonomi.
9. March for Our Lives 2018
Ini adalah demo generasi muda AS melawan senjata api. Demonstrasi ini dipicu oleh tragedi penembakan massal di Marjory Stoneman Douglas High School pada 14 Februari 2018Dalam tragedi tersebut, 17 orang tewas—siswa dan staf sekolah. Pelaku penembakan adalah mantan siswa.
Peristiwa ini memicu kemarahan nasional, tetapi yang membedakan adalah para siswa yang selamat langsung memimpin gerakan protes. Tokoh-tokoh pelajar seperti Emma González, David Hogg, dan lainnya menjadi wajah gerakan.
Demo "March for Our Lives" diikuti hingga 2 juta orang, dengan sekitar 800.000 orang di Washington DC.
Tuntutan utama:
•Reformasi hukum senjata
•Pembatasan akses senjata api
•Keamanan sekolah
Demo ini berdampak pada pengetatan aturan senjata di beberapa negara bagian AS, namun di tingkat federal, perubahan besar masih terhambat oleh polarisasi politik.
(mas)
Lihat Juga :