9 Demo Terbesar dalam Sejarah AS: 'No Kings' Pecah Rekor 8 Juta Demonstran dalam Sehari

Senin, 30 Maret 2026 - 15:48 WIB
loading...
A A A
Tuntutan utama:
•Hak perempuan dan reproduksi
•Penolakan retorika misoginis
•Kesetaraan gender dan sosial

Ini adalah demonstrasi spontan terbesar pada awal era pemerintahan Trump, menandai polarisasi politik modern.

4. Earth Day 1970

Demo "Earth Day" pada 1970 juga termasuk di antara 9 demo terbesar dalam sejarah AS. Protes besar ini diikuti sekitar 20 juta orang yang menuntut perubahan kondisi lingkungan—aksi lingkungan terbesar abad ke-20.

Tuntutan utama:
•Regulasi polusi
•Perlindungan lingkungan
•Kesadaran krisis ekologis

Dampak dari demo ini adalah lahirnya Environmental Protection Agency (EPA) dan undang-undang lingkungan besar.

5. March on Washington 1963

Dipimpin oleh Martin Luther King Jr, demo "March on Washington" dihadiri sekitar 250.000 orang. Angka ini terbilang besar pada tahun tersebut. Demo ini menentang rasisme di AS.

Tuntutan utama:
•Penghapusan segregasi rasial
•Hak pilih bagi warga kulit hitam
•Kesetaraan ekonomi

Dampak dari demo "March on Washington" adalah lahirnya Civil Rights Act 1964 dan Voting Rights Act 1965.

6. Million Man March 1995

Demo "Million Man March" merupakan aksi kebangkitan identitas kulit hitam di AS.

Demo ini dipimpin oleh Louis Farrakhan dan dihadiri antara ratusan ribu hingga lebih dari 1 juta orang, menurut versi penyelenggara protes.

Tuntutan utama:
•Pemberdayaan ekonomi komunitas kulit hitam
•Reformasi moral dan sosial
•Persatuan laki-laki Afrika-Amerika

7. Anti–Vietnam War Protests 1969–1970

Ini adalah demo menentang Perang Vietnam. Ratusan ribu hingga jutaan orang turun ke jalan menolak perang AS di Vietnam.

Tuntutan utama:
•Penarikan pasukan AS dari Vietnam
•Mengakhiri wajib militer
•Transparansi pemerintah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
Ada Kabar Baik dari...
Ada Kabar Baik dari AS-Iran, Harga Minyak Dunia Rontok 1%
Penyebaran Sangat Cepat,...
Penyebaran Sangat Cepat, Wabah Ebola di RD Kongo Catat 3.200 Kasus dan 1.405 Kematian
Mantan Kepala Badan...
Mantan Kepala Badan Anti-Teror Sebut AS Abaikan Temuan Intelijen soal Serang Iran
Rekomendasi
Marak Kasasi Jaksa atas...
Marak Kasasi Jaksa atas Vonis Bebas, Pakar Nilai Bertentangan dengan Asas Hukum
Tetap Cerdas di Era...
Tetap Cerdas di Era Cashless, Begini Trik Jajan Nyaman Tanpa Bikin Dompet Kering
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen:...
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen: BYD M6 DM Cetak Efisiensi 82 km/liter
Berita Terkini
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Infografis
90 Juta Orang Jadi Korban...
90 Juta Orang Jadi Korban Jika Perang Nuklir AS-Rusia Pecah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved