Beda dengan Klaim Trump, Intel AS Akui Hanya Sepertiga Rudal Iran yang Hancur
Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
"Komando Pusat militer AS juga telah merusak atau menghancurkan lebih dari 66% fasilitas produksi rudal, drone, dan angkatan laut serta galangan kapal Iran," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (28/3/2026).
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar yang diajukan media.
Anggota Parlemen dari Partai Demokrat, Seth Moulton, seorang veteran Korps Marinir yang bertugas empat kali di Irak, menolak berkomentar tentang laporan Reuters. Namun, dia membantah klaim Trump tentang dampak perang terhadap persenjataan Iran.
"Jika Iran cerdas, mereka telah mempertahankan sebagian kemampuan mereka - mereka tidak menggunakan semua yang mereka miliki. Dan mereka sedang menunggu kesempatan," kata Moulton.
Pemerintahan Trump telah mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk melemahkan militer Iran dengan menenggelamkan Angkatan Laut-nya, menghancurkan kemampuan rudal dan dronenya, dan memastikan bahwa Republik Islam tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Komando Pusat atau CENTCOM Amerika telah menyatakan bahwa operasinya, yang secara resmi dikenal sebagai Operasi Epic Fury, berjalan sesuai jadwal atau bahkan lebih cepat dari rencana yang disusun sebelum dimulainya serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar yang diajukan media.
Anggota Parlemen dari Partai Demokrat, Seth Moulton, seorang veteran Korps Marinir yang bertugas empat kali di Irak, menolak berkomentar tentang laporan Reuters. Namun, dia membantah klaim Trump tentang dampak perang terhadap persenjataan Iran.
"Jika Iran cerdas, mereka telah mempertahankan sebagian kemampuan mereka - mereka tidak menggunakan semua yang mereka miliki. Dan mereka sedang menunggu kesempatan," kata Moulton.
Pemerintahan Trump telah mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk melemahkan militer Iran dengan menenggelamkan Angkatan Laut-nya, menghancurkan kemampuan rudal dan dronenya, dan memastikan bahwa Republik Islam tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Komando Pusat atau CENTCOM Amerika telah menyatakan bahwa operasinya, yang secara resmi dikenal sebagai Operasi Epic Fury, berjalan sesuai jadwal atau bahkan lebih cepat dari rencana yang disusun sebelum dimulainya serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Lihat Juga :