Iran Gempur 6 Kapal Militer AS di Pelabuhan Kuwait, 3 Tenggelam
Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:06 WIB
loading...
Ilustrasi kapal pendaratan militer AS. Iran umumkan telah menyerang 6 kapal pendaratan militer AS di pelabuhan Kuwait, tiga di antaranya tenggelam. Foto/USMCU
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan Angkatan Laut-nya telah menyerang enam kapal pendaratan militer Amerika Serikat (AS) di Pelabuhan Al-Shuyoukh, Kuwait, pada Jumat malam. Tiga kapal di antaranya tenggelam, dan beberapa sisanya terbakar dan rusak.
Menurut pengumuman tersebut, pasukan Angkatan Laut IRGC melakukan serangan gabungan skala besar yang menargetkan posisi-posisi yang terkait dengan AS dan Israel di Kuwait dan Uni Emirat Arab, sebagai bagian dari gelombang ke-84 Operasi True Promise 4.
Baca Juga: Iran Bombardir Pangkalan Arab Saudi, 12 Tentara AS Terluka dan Pesawat Rusak
Serangan Iran di Uni Emirat Arab menghantam daerah pesisir dekat Dubai. Serangan diluncurkan dengan rudal balistik dan rudal jelajah yang melibatkan total 380 proyektil.
Secara paralel, operasi IRGC menargetkan titik-titik berkumpul para perwira unit drone AS di sepanjang pantai Teluk, serta sebuah hotel di Dubai, menggunakan drone kamikaze. Sumber-sumber Iran mengatakan serangan tersebut dilakukan dengan presisi tinggi dan menghasilkan serangan langsung pada target yang ditentukan.
IRGC mengeklaim operasi tersebut menyebabkan kematian sejumlah besar warga Amerika, selain penghancuran aset Angkatan Laut taktis.
Sebelumnya, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengumumkan bahwa pasukan Angkatan Laut IRGC telah melakukan operasi “mendadak dan mengejutkan” secara terpisah yang menargetkan posisi yang terkait dengan AS dan Israel di Pulau Bubiyan di Kuwait.
Zolfaghari mengatakan serangan tersebut menghantam beberapa titik berkumpul, mengakibatkan kematian dan luka-luka sejumlah besar personel AS. Dia menambahkan bahwa individu yang terluka dipindahkan ke beberapa rumah sakit, termasuk Al-Sabah, Mohammad Al-Ahmad, dan Ali Al-Salem.
Dia menyatakan bahwa operasi akan terus berlanjut melawan pasukan AS di seluruh wilayah tersebut. “Sampai mereka benar-benar dihancurkan dan diusir," katanya.
Dalam perkembangan terkait, IRGC mengumumkan bahwa mereka juga telah menargetkan Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi, yang juga dikenal sebagai Pangkalan Udara Al-Kharj, sebagai bagian dari gelombang operasi yang sama.
The Wall Street Journal melaporkan pada Sabtu (28/3/2026), bahwa setidaknya 12 tentara AS terluka dan pesawat pengisian bahan bakar militer Amerika rusak akibat serangan Iran di Pangkalan Prince Sultan.
Menurut laporan tersebut, dua tentara yang terluka berada dalam kondisi sangat serius. Para pejabat mengatakan personel yang terluka berada di dalam sebuah bangunan yang terkena serangan, termasuk setidaknya oleh satu rudal balistik dan beberapa drone.
Serangan ini tersebut menandai setidaknya kedua kalinya Pangkalan Udara Prince Sultan dihantam rudal dan drone Iran sejak perang dimulai 28 Februari.
Dalam serangan sebelumnya di awal perang, lima pesawat pengisian bahan bakar rusak. The Wall Street Journal juga melaporkan insiden itu, yang mendorong Presiden AS Donald Trump mengkritik media tersebut, dengan mengatakan: “Mereka ingin kita kalah perang.”
Menurut pengumuman tersebut, pasukan Angkatan Laut IRGC melakukan serangan gabungan skala besar yang menargetkan posisi-posisi yang terkait dengan AS dan Israel di Kuwait dan Uni Emirat Arab, sebagai bagian dari gelombang ke-84 Operasi True Promise 4.
Baca Juga: Iran Bombardir Pangkalan Arab Saudi, 12 Tentara AS Terluka dan Pesawat Rusak
Serangan Iran di Uni Emirat Arab menghantam daerah pesisir dekat Dubai. Serangan diluncurkan dengan rudal balistik dan rudal jelajah yang melibatkan total 380 proyektil.
Secara paralel, operasi IRGC menargetkan titik-titik berkumpul para perwira unit drone AS di sepanjang pantai Teluk, serta sebuah hotel di Dubai, menggunakan drone kamikaze. Sumber-sumber Iran mengatakan serangan tersebut dilakukan dengan presisi tinggi dan menghasilkan serangan langsung pada target yang ditentukan.
IRGC mengeklaim operasi tersebut menyebabkan kematian sejumlah besar warga Amerika, selain penghancuran aset Angkatan Laut taktis.
Sebelumnya, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengumumkan bahwa pasukan Angkatan Laut IRGC telah melakukan operasi “mendadak dan mengejutkan” secara terpisah yang menargetkan posisi yang terkait dengan AS dan Israel di Pulau Bubiyan di Kuwait.
Zolfaghari mengatakan serangan tersebut menghantam beberapa titik berkumpul, mengakibatkan kematian dan luka-luka sejumlah besar personel AS. Dia menambahkan bahwa individu yang terluka dipindahkan ke beberapa rumah sakit, termasuk Al-Sabah, Mohammad Al-Ahmad, dan Ali Al-Salem.
Dia menyatakan bahwa operasi akan terus berlanjut melawan pasukan AS di seluruh wilayah tersebut. “Sampai mereka benar-benar dihancurkan dan diusir," katanya.
Pangkalan Arab Saudi Dihantam
Dalam perkembangan terkait, IRGC mengumumkan bahwa mereka juga telah menargetkan Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi, yang juga dikenal sebagai Pangkalan Udara Al-Kharj, sebagai bagian dari gelombang operasi yang sama.
The Wall Street Journal melaporkan pada Sabtu (28/3/2026), bahwa setidaknya 12 tentara AS terluka dan pesawat pengisian bahan bakar militer Amerika rusak akibat serangan Iran di Pangkalan Prince Sultan.
Menurut laporan tersebut, dua tentara yang terluka berada dalam kondisi sangat serius. Para pejabat mengatakan personel yang terluka berada di dalam sebuah bangunan yang terkena serangan, termasuk setidaknya oleh satu rudal balistik dan beberapa drone.
Serangan ini tersebut menandai setidaknya kedua kalinya Pangkalan Udara Prince Sultan dihantam rudal dan drone Iran sejak perang dimulai 28 Februari.
Dalam serangan sebelumnya di awal perang, lima pesawat pengisian bahan bakar rusak. The Wall Street Journal juga melaporkan insiden itu, yang mendorong Presiden AS Donald Trump mengkritik media tersebut, dengan mengatakan: “Mereka ingin kita kalah perang.”
(mas)
Lihat Juga :