Sri Lanka Diterjang Krisis Ekonomi akibat Perang Iran, Indonesia Harus Waspada

Jum'at, 27 Maret 2026 - 14:21 WIB
loading...
A A A
Selain penjatahan bahan bakar, Sri Lanka telah menerapkan kebijakan tidak bekerja pada hari Rabu, menutup kantor pemerintah dan sekolah pada hari itu untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar.

Sumber Alternatif


Setelah AS melonggarkan beberapa sanksi terhadap bahan bakar Rusia, pemerintah Sri Lanka juga bernegosiasi dengan Moskow untuk membeli bahan bakar.

Wakil Menteri Energi Rusia Roman Marshavin mengunjungi Sri Lanka pekan ini untuk melakukan pembicaraan.

Illanperuma dari Tricontinental mengatakan Sri Lanka dapat membuat perjanjian bilateral untuk membeli bahan bakar Rusia dengan harga konsesi, karena kilang minyak India di negara tetangga "dilengkapi dengan baik untuk memurnikan bahan bakar Rusia".

Di sisi lain, Sri Lanka telah berterima kasih kepada Iran atas tawaran untuk memasok bahan bakar Iran, tetapi tawaran tersebut ditolak karena "Sri Lanka tidak memiliki kapal untuk mengangkut bahan bakar tersebut," kata Jayatissa, juru bicara kabinet, kepada wartawan.

Litro Gas milik negara Sri Lanka, yang memiliki pangsa pasar terbesar di pasar gas minyak cair (LPG) di Sri Lanka, hanya memiliki fasilitas penyimpanan untuk 8.000 metrik ton LPG, sementara konsumsi nasional sekitar 33.000 metrik ton per bulan.

Jayatissa mengatakan kepada wartawan bahwa pesanan telah dilakukan dan stok diperkirakan akan tiba di Maladewa, dari mana mereka akan diangkut melalui kapal kecil ke Sri Lanka.

Mohamed Sahir, penjual LPG, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kekurangan LPG sebagian disebabkan oleh pembelian panik.

“Pasar memiliki tabung LPG, meskipun ada kesenjangan antara permintaan dan penawaran. Dulu saya mendapatkan 50 tabung, tetapi sekarang saya hanya mendapatkan 35 tabung,” katanya kepada Al Jazeera.

Harga LPG telah naik sekitar 8% di Sri Lanka, setelah dimulainya perang melawan Iran.

Situasi krisis yang terjadi di Sri Lanka seharusnya menjadi alarm bagi Indonesia yang juga terkena dampak perang di Iran.

Baca juga: Iran Tingkatkan Ekspor Minyak Jadi 1,5 Juta Barel Per Hari Meskipun Perang Berlangsung
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan
Rekomendasi
72 Tahun Menunggu, Xhaka:...
72 Tahun Menunggu, Xhaka: Saatnya Swiss Menulis Sejarah Baru
Norwegia vs Inggris...
Norwegia vs Inggris Imbang 1-1: Laga Lanjut ke Extra Time
Tak Sekadar Hilangkan...
Tak Sekadar Hilangkan Bau Badan, Deodoran Tawas Dorong Gaya Hidup Sehat
Berita Terkini
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved