Sri Lanka Diterjang Krisis Ekonomi akibat Perang Iran, Indonesia Harus Waspada

Jum'at, 27 Maret 2026 - 14:21 WIB
loading...
A A A
Rajapaksa melarikan diri dari negara itu setelah pemberontakan rakyat yang dipimpin kaum muda terhadapnya pada Juli 2022.

Rathna, yang berusia sekitar 60-an, mengatakan ada perbedaan antara perjuangan ekonomi saat itu dan yang dihadapi Sri Lanka sekarang. Sri Lanka memilih pemerintah yang berhaluan kiri pada tahun 2024, dua tahun setelah penggulingan Rajapaksa.

“Kali ini, tidak ada yang bisa menyalahkan pemerintah ini karena perang melawan Iran bukan di tangan Sri Lanka,” kata Rathna kepada Al Jazeera.

Namun demikian, pemerintah saat ini, di bawah Presiden Anura Dissanayake, menghadapi tantangan besar karena perang di Timur Tengah terus berlanjut.

Kerugian meskipun Harga Naik


Nalinda Jayatissa, menteri dan juru bicara kabinet Sri Lanka, secara terbuka mengatakan meskipun tarif bus – yang berdampak tidak proporsional pada warga Sri Lanka berpenghasilan rendah – dinaikkan lebih dari 12% karena kenaikan harga bahan bakar, tarif tersebut akan diturunkan jika biaya bahan bakar turun.

Namun hal itu tidak memberikan banyak jaminan bagi banyak warga Sri Lanka saat ini: Pendapatan mereka tidak naik, hanya biaya hidup yang meningkat.

Shiran Illanperuma, ekonom politik di lembaga think tank Tricontinental: Institute for Social Research, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa, “Dampak lanjutan dari krisis bahan bakar akan sangat drastis bagi Sri Lanka.”

Meskipun harga bahan bakar naik, pemerintah Sri Lanka mengalami kerugian bulanan sebesar USD63 juta, kata Jayatissa.

Seorang pejabat dari Kementerian Energi Sri Lanka, yang berbicara dengan Al Jazeera dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara kepada media, menjelaskan kerugian ini – dan alasan ekonominya.

“Kenaikan harga [di SPBU] yang kami lakukan lebih kecil daripada kenaikan di pasar internasional,” kata pejabat itu, menjelaskan pemerintah Sri Lanka secara efektif mensubsidi bahan bakar untuk warganya dengan menanggung sisa kenaikan biaya bahan bakar yang diimpor negara tersebut.

Itu bukan hanya langkah kesejahteraan sosial, jelas pejabat itu. Kerugian akibat subsidi ini, menurutnya, akan lebih kecil daripada kerugian ekonomi jika kenaikan harga penuh tercermin di SPBU: Transportasi akan lumpuh, pekerjaan akan terhenti, dan lapangan kerja akan hilang. “Hal itu dapat menyebabkan kekurangan dan ketidakproduktifan di industri,” ia memperingatkan.

“Masa depan krisis ini tidak dapat diprediksi, tetapi pemerintah sepenuhnya siap mendukung rakyat,” tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved