Diundang Prabowo, PM Malaysia Anwar Ibrahim Sambangi Jakarta Besok untuk Bahas Konflik Timur Tengah

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:10 WIB
loading...
A A A
Serangan AS dan Israel telah menewaskan banyak pejabat Iran sejak perang pecah pada 28 Februari. Mereka yang telah dibunuh termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Kepala Keamanan Ali Larijani, dan mantan menteri intelijen Esmaeil Khatib.

Sebagai bagian dari "strategi pemenggalan kepala", mirip dengan yang digunakan terhadap Hamas dan Hizbullah, Israel telah mengancam Iran dengan terus memburu para pemimpin tertingginya. Di sisi lain, AS memfokuskan serangannya pada fasilitas militer, serta lokasi peluncuran dan produksi rudal.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan dengannya, tetapi takut akan pembalasan dari rakyat mereka sendiri jika mereka secara terbuka mengakui hal itu.

“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan, tetapi mereka takut untuk mengatakannya karena mereka mengira akan dibunuh oleh rakyat mereka sendiri. Mereka juga takut akan dibunuh oleh kita,” kata Trump, tanpa mengungkapkan siapa yang diduga sebagai narasumber rahasianya, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Kamis (26/3/2026).

Para pejabat Iran secara konsisten menyebut laporan tentang pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Washington sebagai "berita palsu" dan, pada titik ini, "tidak logis", menambahkan bahwa Teheran mencari solusi permanen dan bukan gencatan senjata sementara yang sebelumnya telah menyebabkan pengkhianatan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved