Ini Daftar 15 Poin Tawaran Gencatan Senjata AS, Iran Beri Isyarat Menolak

Kamis, 26 Maret 2026 - 05:58 WIB
loading...
Ini Daftar 15 Poin Tawaran...
Amerika Serikat dilaporkan telah menawarkan proposal gencatan senjata berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya untuk mengakhiri perang. Foto/CFR
A A A
TEHERAN - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menawarkan proposal gencatan senjata kepada Iran yang berisi 15 poin tuntutan. Alih-alih menyambut baik, Teheran justru memberikan isyarat penolakan.

Laporan tentang tawaran gencatan senjata muncul setelah perang berlangsung hampir sebulan, yang dimulai dengan serangan udara gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Lebih dari 1.000 orang tewas di Iran, termasuk pemimpin tertinggi saat itu; Ayatollah Ali Khamenei. Belasan orang tewas di Israel, dan enam tentara AS juga tewas.

Baca Juga: Mohammed bin Salman Dorong Trump Lanjutkan Perang Melawan Iran

Proposal itu disampaikan melalui Pakistan. Menurut laporan Channel 12 yang berbasis di Israel, Kamis (26/6/2026), Iran dipaksa untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut agar perang berakhir.

Daftar 15 Poin Tawaran Gencatan Senjata dari AS

Berikut ini daftar 15 poin tawaran gencatan senjata yang diajukan AS kepada Iran, sebagaimana dilaporkan Channel 12. Dari 15 poin ini, 12 di antaranya berisi tekanan dan sisanya berisi imbalan untuk Iran.

1. Gencatan senjata satu bulan

2. Membongkar semua kemampuan nuklir

3. Tidak mengejar senjata nuklir

4. Mengakhiri semua pengayaan uranium

5. Mentransfer semua material nuklir ke Badan Energi Atom Internasional (IAEA)

6. Menutup lokasi Natanz, Isfahan dan Fordow

7. Inspeksi IAEA tanpa batasan

8. Meninggalkan proksi regional

9. Menghentikan pendanaan dan persenjataan proksi

10. Mempertahankan Selat Hormuz tetap terbuka

11. Membatasi program rudal di kemudian hari

12. Pasukan militer hanya untuk pertahanan

13. Pencabutan sanksi AS terhadap Iran dan pengakhiran mekanisme pemberlakuan kembali sanksi PBB

14. Dukungan AS untuk pembangkit listrik di pembangkit nuklir Bushehr Iran

15. Mengakhiri sanksi balasan cepat

Iran Isyaratkan Menolak Negosiasi dengan AS


Ketika diminta untuk mengonfirmasi detail ini, pihak sekretaris pers Presiden AS Donald Trump mengatakan: "Gedung Putih tidak pernah mengonfirmasi rencana lengkap itu. Ada unsur kebenaran di dalamnya, tetapi beberapa berita yang saya baca tidak sepenuhnya faktual".

Sedangkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengisyaratkan penolakan, dengan mengatakan bahwa negaranya saat ini tidak sedang bernegosiasi dengan AS untuk mengakhiri perang dan juga tidak berniat untuk melakukannya.

Komentar Araghchi muncul beberapa jam setelah Press TV yang dikelola pemerintah Iran mengutip seorang pejabat senior politik-keamanan yang tidak disebutkan namanya yang menyebutkan lima syarat untuk mengakhiri perang. Syarat-syarat tersebut termasuk penghentian total agresi dan pembunuhan oleh musuh.

Syarat-syarat lain dari Iran termasuk mekanisme konkret untuk memastikan bahwa perang tidak akan kembali terjadi di Republik Islam, meskipun tidak jelas jaminan apa yang dapat diberikan dan negara mana yang akan berpartisipasi - atau memantau pengamatan mereka.

Di bidang ekonomi, Iran juga menuntut pembayaran ganti rugi perang dan reparasi, serta hak untuk tetap memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Yang terpenting, Teheran ingin Israel mengakhiri serangan terhadap sekutu Iran di kawasan tersebut.

Israel telah mengintensifkan kampanyenya melawan Hizbullah, mengumumkan pada hari Selasa bahwa militernya akan tetap berada di zona penyangga yang diperluas di dalam Lebanon sampai serangan terhadap Israel utara berhenti.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para pejabatnya sering mengatakan bahwa mereka bermaksud untuk "memenggal kepala gurita". Beberapa pejabat tinggi Iran telah tewas sejak hari pertama perang ketika serangan udara besar-besaran Israel di Teheran menewaskan Ayatollah Khamenei.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Evan Marvino Bantah...
Evan Marvino Bantah Tudingan KDRT Terhadap Istri: Tidak Ada Pemukulan
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved