4 Alasan Trump Akhiri Perang Iran selama 5 Hari, Perundingan Berlangsung Konstruktif

Senin, 23 Maret 2026 - 20:10 WIB
loading...
A A A

2. IRGC SUdah Menarik Kembali Ancamannya

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tampaknya telah menarik kembali ancaman untuk menargetkan pabrik desalinasi yang menyediakan air minum bagi puluhan juta orang di seluruh negara-negara Teluk, meskipun tidak secara eksplisit mengesampingkan kemungkinan serangan tersebut.

“Presiden AS yang pembohong, teroris, dan pembunuh anak-anak telah mengklaim bahwa IRGC bermaksud menargetkan pabrik desalinasi di kawasan ini dan menyebabkan kesulitan bagi penduduk kawasan tersebut,” demikian pernyataan yang diunggah di Telegram pada hari Senin, menambahkan bahwa serangan AS terhadap Iran telah mengenai “lima sistem infrastruktur penyediaan air.”

“IRGC belum melakukan hal seperti itu sejauh ini,” tambahnya, menggunakan kata-kata yang tidak mengesampingkan kemungkinan menargetkan fasilitas-fasilitas ini di kemudian hari sebagai tanggapan terhadap serangan AS atau Israel lebih lanjut terhadap infrastruktur mereka sendiri.

Sebelumnya, media Fars yang didukung pemerintah Iran menerbitkan koordinat 11 pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi di negara-negara Teluk dan Yordania, mencatat bahwa fasilitas-fasilitas tersebut “memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan pokok penduduk dan industri di kawasan tersebut.”

“Infrastruktur-infrastruktur ini mencakup sebagian besar produksi energi dan kapasitas penyediaan air tawar di kawasan tersebut, dengan beberapa di antaranya termasuk di antara proyek infrastruktur terbesar di dunia,” tambahnya dalam unggahan di Telegram.

Di antara fasilitas yang tercantum dalam daftar tersebut adalah pembangkit listrik tenaga nuklir Karakah di Uni Emirat Arab, satu-satunya di negara-negara Teluk Arab, dan pembangkit listrik dan desalinasi Ras Al-Khair di Arab Saudi, yang merupakan fasilitas hibrida terbesar di dunia dari jenis ini.

3. Iran Mengancam Pasang Ranjau Laut

Dewan Pertahanan Iran telah mengancam akan memasang ranjau untuk memblokir seluruh Teluk Persia jika pantai atau pulau-pulau Iran diserang, media pemerintah melaporkan pada hari Senin.

“Satu-satunya cara bagi negara-negara non-agresif untuk melewati Selat Hormuz adalah dengan berkoordinasi dengan Iran,” demikian pernyataan dari badan keamanan tingkat tinggi tersebut, menurut kantor berita semi-resmi Fars News.

“Setiap upaya musuh untuk menyerang pantai atau pulau-pulau Iran” akan menyebabkan “semua jalur akses dan jalur komunikasi di Teluk Persia dan pantainya dipasangi berbagai ranjau laut,” kata Dewan Pertahanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved