6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang, dari Ketahanan hingga Bertahan Hidup

Selasa, 24 Maret 2026 - 02:20 WIB
loading...
6 Strategi Iran Memperpanjang...
Iran memilih memperpanjang durasi perang. Foto/X
A A A
TEHERAN - Kerugian di puncak struktur kekuasaan Iran sangat besar.

Pemimpin Tertinggi telah meninggal. Penggantinya, Mojtaba Khamenei, belum terlihat di depan umum sejak serangan yang menewaskan ayahnya — menimbulkan pertanyaan baru tentang siapa sebenarnya yang menjalankan negara ini.

Ali Larijani, ahli strategi perang utama rezim dan pengambil keputusan de facto, telah tewas.

Tokoh-tokoh senior di kementerian pertahanan, intelijen, dan keamanan telah tewas, bersama dengan beberapa komandan terpenting Korps Garda Revolusi Islam.

Namun, bahkan setelah pemenggalan kepemimpinan ini, Iran tidak mundur. Sebaliknya, mereka memberi sinyal kesediaan untuk memperpanjang perang — bertaruh bahwa ketahanan, bukan kemenangan langsung, dapat membentuk kembali konflik demi keuntungan mereka, menurut analisis CNN.

Dalam retorika terbarunya, seorang komandan senior Iran memperingatkan bahwa bahkan “taman, area rekreasi, dan tempat wisata” dapat menjadi sasaran — pernyataan yang dimuat oleh Al Jadeed Lebanon — menandakan kemungkinan perluasan di luar target militer tradisional.

Sekilas, strategi ini tampak kontra-intuitif. Iran telah menderita kerugian besar di medan perang, struktur komandonya telah terganggu, dan ekonominya berada di bawah tekanan yang semakin meningkat. Tetapi analis mengatakan memperpanjang perang mungkin merupakan keputusan yang diperhitungkan yang didorong oleh kelangsungan hidup, strategi, dan pengaruh.

6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang, dari Ketahanan hingga Bertahan Hidup

1. Bertahan Hidup Lebih Penting

Bagi kepemimpinan Iran, bahaya yang lebih besar mungkin bukan kekalahan di medan perang, tetapi persepsi kekalahan di dalam negeri. Penurunan ketegangan yang cepat di bawah tekanan dapat memperkuat perbedaan pendapat internal dan melemahkan cengkeraman rezim terhadap kekuasaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 46 Orang, Korban Hilang Juga Bertambah
Rekomendasi
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Berita Terkini
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved