Parlemen Iran Pertimbangkan Pemberlakuan Biaya untuk Pelayaran Aman Lewat Selat Hormuz

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:24 WIB
loading...
Parlemen Iran Pertimbangkan...
Kapal melintasi Selat Hormuz. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Dengan Selat Hormuz yang sebagian besar terblokir, yang berdampak pada ekonomi dunia, parlemen Iran sedang mempersiapkan untuk mengesahkan undang-undang yang akan mengenakan biaya pada kapal untuk “pelarian aman” melalui jalur air tersebut. Langkah tersebut diungkap media Iran di tengah perang melawan Amerika Serikat dan Israel.

Mengutip seorang anggota komite ekonomi parlemen, kantor berita semi-resmi ISNA melaporkan pada hari Sabtu (21/3/2026) bahwa rancangan undang-undang telah disiapkan untuk mengenakan biaya pada kapal yang melintasi selat strategis tersebut.

Saeed Rahmatzadeh mengatakan, “Pengenaan biaya pada pelayaran maritim melalui selat adalah praktik umum di banyak jalur laut penting di seluruh dunia.”

Ia menambahkan langkah tersebut dapat membantu meningkatkan pendapatan Iran dan meningkatkan keamanan dan layanan maritim di sepanjang rute tersebut.

Pada tanggal 2 Maret, Iran mengumumkan pembatasan navigasi di selat tersebut, memperingatkan mereka dapat menargetkan kapal yang mencoba melewatinya tanpa koordinasi, sebagai tanggapan terhadap serangan AS-Israel yang sedang berlangsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved