Trump Klaim AS Tak Tahu Rencana Israel Serang Ladang Gas South Pars di Iran

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:30 WIB
loading...
Trump Klaim AS Tak Tahu...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
DOHA - Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak mengetahui rencana Israel untuk menyerang ladang gas South Pars. Namun, ada laporan lain di Washington malam ini yang menunjukkan pemerintahan Trump menyetujui serangan udara Israel tersebut.

Jadi, di mana kebenaran dalam situasi ini? Apakah AS mengetahuinya? Apakah AS mengatakan ya, lanjutkan dan serang South Pars? Atau apakah AS tidak mengetahui apa pun, seperti yang dikatakan Trump?

Yang juga patut diperhatikan adalah presiden pada dasarnya mengatakan AS akan membela Qatar, jika fasilitasnya di daerah yang sama diserang lagi. Itu sebagian karena gas alam cair merupakan ekspor penting Qatar dan merupakan sesuatu yang diimpor AS.

Jadi ada faktor ekonomi, tetapi lebih dari itu, Trump membela sekutu regional yang signifikan, dan mengatakan AS pada dasarnya akan menghancurkan South Pars, mengikis dan menghancurkan salah satu mesin ekonomi penting Iran.

Itu adalah ancaman signifikan mengingat AS masih memiliki dua kelompok kapal induk di wilayah tersebut yang, secara teoritis, memiliki kemampuan melancarkan serangan udara untuk melakukan hal tersebut.

Ia mengatakan Israel tidak akan menyerang ladang gas South Pars kecuali Iran "dengan tidak bijak memutuskan menyerang Qatar yang sangat tidak bersalah."

Dalam skenario seperti itu, AS, "dengan atau tanpa bantuan atau persetujuan Israel, akan meledakkan seluruh Ladang Gas South Pars secara besar-besaran dengan kekuatan dan daya yang belum pernah dilihat atau disaksikan Iran sebelumnya," tulis Trump di Truth Social.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Jerman Ditahan Paraguay...
Jerman Ditahan Paraguay hingga Extra Time, Laga Berlanjut ke Adu Penalti
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved