Harga Avtur Naik Hampir 83% dalam Sebulan, Maskapai Penerbangan Dunia Kelimpungan

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:22 WIB
loading...
Harga Avtur Naik Hampir...
Pesawat penumpang komersial terlihat lepas landas menembus kepulan asap di dekat Bandara Internasional Rafik Hariri saat tentara Israel melakukan serangan udara di distrik Dahiyeh di Beirut selatan, Lebanon pada 10 Maret 2026. Foto/Alfredo Zuniga/Anadolu
A A A
DOHA - Harga rata-rata bahan bakar jet (avtur) global telah melonjak 82,8% selama sebulan terakhir, secara tajam meningkatkan tekanan biaya pada maskapai penerbangan. Data itu menurut monitor harga bahan bakar terbaru dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), dilansir Anadolu.

Data IATA menunjukkan harga bahan bakar jet naik 11,2% dari minggu ke minggu menjadi USD175 per barel pada periode pelaporan terbaru.

Angka-angka tersebut, yang diterbitkan di bawah lisensi dari S&P Global Energy, mencerminkan harga rata-rata kilang untuk bahan bakar penerbangan.

Secara tahunan, harga bahan bakar jet naik 94,4%, menyoroti skala kenaikan baru-baru ini.

Lonjakan ini mengikuti lonjakan 58,4% pada pembacaan mingguan sebelumnya, yang menggarisbawahi laju pergerakan pasar yang cepat.

Lonjakan ini diperkirakan akan sangat membebani margin maskapai penerbangan, karena bahan bakar tetap menjadi salah satu biaya operasional terbesar di industri ini.

IATA mencatat kenaikan harga mendadak cenderung lebih merusak daripada harga tinggi yang berkelanjutan, karena maskapai penerbangan memiliki lebih sedikit waktu untuk menyesuaikan tarif, kapasitas, dan strategi pengadaan.

Kenaikan terbaru ini terjadi ketika maskapai penerbangan juga menghadapi gangguan yang lebih luas terkait dengan konflik Timur Tengah, termasuk pengalihan rute penerbangan, penangguhan layanan, dan biaya operasional yang lebih tinggi.

Harga minyak mentah Brent naik hingga mencapai USD119,5 per barel setelah peluncuran serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, sebelum stabil di sekitar USD100.

Serangan AS dan Israel sejauh ini telah menewaskan sekitar 1.300 orang di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, sekaligus mengganggu pasar global dan penerbangan.

Baca juga: Israel Terkejut dengan Kemampuan Hizbullah di Tengah Perang Iran
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved